Oleh: Yuga Anugrah
DEJABAR.ID – Sosok Pak Ndul di tengah suasana Politik yang tengah memanas menjadi sangat penting, meski ia tak duduk dengan para elit. Ia hadir di tengah-tengah masyarakat virtual (yang muncul di YouTube dan televisi) sebagai “nabi baru” yang jenaka.
Meski tak pernah berpautkait dengan politik, ia bisa ada di antara ke-absurdan dan kewarasan. Dengan komik-komik nyelenehnya yang khas dan kekacauan bahasa yang ia gunakan menyuguhkan imajinasi bahasa yang tak harus selalu bermakna konvensional.
Dekontruksi linguistik membongkar habis kelaziman ujaran serta tatanan bahasa, singkatnya ia bisa menyuguhkan kemungkinan-kemungkinan logika baru sebuah bahasa, meski sungsang namun berterima. Begitulah sebuah kreativitas itu selalu tidak bisa tersentuh ceruknya, ia tak terbatas hingga menyentuh lapis-lapis yang lain. Maka ia pun tak berlebihan jika selalu mengaku dirinya sebagai intinya inti, core of the core.
Misalnya, saat ia diwawancara di salah satu program telvisi, ia ditanyai soal cobekan, Pak Ndul secara sadar menganggap bahwa itu adalah sebagai “Ancient Invention” atau penemuan purbakala. Untuk memahami fungsi cobek di zaman yang serba modern ini, cobekan adalah hasil produk budaya dan tradisi masyarakat Tradisional.
Maka dengan kesadaran itu, ia pun menyampaikan pesan yang cukup serius kepada masyarakat Indonesia, yang harus bisa mempertahankan produk budaya kita sendiri, tidak harus selalu bergantung pada produk modern yang kadang belum tentu bisa membuat cita rasa yang sedap atau aman bagi kesehatan.
Bagi sebagian orang tentu membahas sebuah “cobekan” itu adalah hal yang tidak terlalu penting, apalagi di tengah suasana politik yang panas sekarang ini. Sekali lagi ia juga mungkin tidak memaksakan sesuatu yang ia bahas dan tidak harus dipahami sepenuhnya, namun lagi-lagi, hemat saya, kejenakaannya itu menyuguhkan sesuatu yang penting dan menyegarkan.
Lalu, apa sih pentingnya kehadiran Pak Ndul di tengah suasana politik hari ini?
Komik atau candaan adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan, setiap babak dalam kehidupan sehari-hari termasuk arus Politik yang kini sangat besar di tengah masyarakat. Sebuah komik, lelucon atau lawakan adalah sebuah jalan tengah berfungai sebagai penetralisir keadaan atau atmosfer yang kaku dan resisten.
Dengan adanya lawakan segala sesuatu yang serius atau isu-isu politik yang mengganggu psikologi sosial bisa diredam dan ditangani dengan tawa, ketidak warasan dan emosi yang meledak-ledak bisa didinginkan dengan sebuah candaan dan sikap kejenakaan. Mungkin itulah sosok Pak Ndul yang kini hadir bisa sebagai obat masyarakat agar selalu waras dan sehat walafiat, terlebih dalam menyikapi keadaan Politik yang kini panas. Amin. Amin amin.
Leave a Reply