Kemenag: Rumah Tangga Itu Ibarat Berlayar di Samudera yang Luas


DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Rumah tangga yang sakinah harus diikat dengan landasan dan dasar Mawaddah Warahmah dan Amanah, sehingga akan terbangun nuansa rumah tangga yang penuh dengan landasan cinta dan kasih sayang dalam naungan ridho Allah SWT.

Mawaddah merupakan cinta yang tulus sedangkan Rahmah merupakan kasih sayang. Sehingga bila luntur rasa cinta, maka masih memiliki rasa kasih sayang. Sedangkan amanah merupakan rasa aman. Setiap orang tua akan menitipkan anaknya kepada orang yang amanah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, H Yayat Hidayat, pada saat membuka acara kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Majalengka, angkatan III Tahun 2018, Senin (26/11/2018).

Menurut Yayat, tujuan diadakan kegiatan ini untuk memantapkan komitmen para calon pengantin sebelum menjalani bahtera rumah tangga. Yakni menjelaskan tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban suami-isteri.

“Hak isteri adalah kewajiban suami dan hak suami adalah kewajiban isteri,” katanya.

Selanjutnya, Yayat juga mengingatkan bahwa rumah tangga itu ibarat berlayar di samudera yang luas. Harus memiliki keteguhan dan saling bekerjasama dalam mengarunginya. Sehingga akan bisa membangun kebersamaan dan meraih sukses secara bersama-sama.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa setelah diikat dengan pertalian rumah tangga, maka keduanya akan memiliki dua orang tua. Orang tua yang melahirkan dan membesarkan dan orang tua karena hubungan ikatan perkawinan dengan pasangan.

Oleh karena itu, kata dia, harus bisa menghormati keduanya sebagaimana orang tua sendiri. Saling menyayangi dan jalin kebersamaan dan kerjasama yang baik dengan orang tua dalam melaksanakan rumah tangga.

Selain itu, pernikahan pada hakekatnya adalah menggabungkan dua pribadi yang memiliki sifat, kebiasaan, karakter, kemauan dan keinginan yang berlainan dalam satu irama kehidupan. Maka disinilah pentingnya pemahaman diri setelah menikah sebagai salah satu kunci suksesnya sebuah pernikahan.

“Untuk itu pasangan suami-isteri harus menerima dan memahami pasangan hidupnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa,” tukasnya.(jja)