DEJABAR.ID, CIREBON – Inflasi bisa menurunkan nilai uang, karena adanya kenaikan harga barang. Ujung-ujungnya, masyarakat yang akan rugi jika inflasi tidak terkendali. Hal yang sama pun terjadi pada pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap inflasi daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Joni Kasmuri, ketika upah yang dibayarkan perusahaan kepada buruh, akan berimplikasi pada biaya di pihak perusahaan atau produsen yang meningkat.
Hal ini tentu saja perusahaan tidak mau merugi. Karena itu, ada dua kemungkinan.
“Menaikkan harga jual produk yang dihasilkan atau memperkecil ukuran (volume/kualitas) dari barang dan jasa,” jelasnya saat seminar di Solo, Kamis (4/7/2019).
Joni melanjutkan, ketika pilihan yang diambil adalah menaikkan harga jual produk, maka dapat menimbulkan inflasi pada komoditas bersangkutan. Dan hal ini akan menyebabkan harga-harga pada komoditas tersebut akan ikut naik.
Adapun upah minimum kabupaten dan kota, lanjutnya, dihitung berdasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tingginya inflasi akan mendorong pekerja tersebut menuntut kenaikan UMK yang dapat menyebabkan permasalahan dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, tidak heran jika banyak pekerja yang kerap berdemo meminta kenaikan upah, termasuk di Kota Cirebon.
Untuk Kota Cirebon sendiri, lanjut Joni, terjadi beberapa kenaikan nilai UMK selama 3 tahun terakhir. Dari tahun 2016, besaran UMK Kota Cirebon sebesar Rp 1,6 juta. Untuk tahun 2017 naik sebesar Rp 1,7 juta. Tahun 2018 naik lagi sebesar Rp 1,8 juta. Dan tahun 2019 mencapai angka Rp 2,045 juta.
“Ketika inflasi naik, maka para pekerja akan meminta juga kenaikan UMK,” tuturnya.
Joni melanjutkan, inflasi memiliki dampak positif dan negatif tergantung parah tidaknya inflasi yang terjadi. Jika inflasi ringan, berpengaruh positif dan dapat mendorong perekonomian lebih baik. Sebaliknya jika infalsi tinggi dan tidak terkendali (hiper inflasi), maka perekonomian stagnan dan kontraksi.
Bagi Joni, upaya pengendalian harga tidak hanya pada pencapaian angka inflasi yang rendah. Tapi juga, stabilitas harga harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, dan daya beli masyarakat.
“Karena itu, inflasi harus tetap terjaga. Karena, bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply