Kenali Tanda-Tanda ‘Toxic Friendship’

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id – Sahabat Dejabar, sahabat yang baik akan dapat memberikan kebahagiaan, kenyamanan, dan hiburan dalam hidup. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan teman untuk berkembang, teman-teman yang berbagi masa-masa indah dan menawarkan dukungan dalam hal buruk.

Susan Heitler, psikolog yang menulis buku Prescriptions Without Pills: For Relief from Depression, Anger, Anxiety, and More., mengungkapkan bahwa persahabatan yang luar biasa memperpanjang usia. Sebuah penelitian di Australia selama 10 tahun menunjukkan bahwa peserta dengan kelompok teman yang solid memiliki kemungkinan 22% lebih besar untuk hidup lebih lama.

Sementara teman yang buruk akan menghasilkan dampak sebaliknya, menghasilkan peningkatan kerentanan terhadap semua tanda-tanda tubuh yang berhubungan dengan stres — tekanan darah yang lebih tinggi, IBS (sindrom iritasi usus), menurunkan kekebalan, gula darah yang lebih tinggi, depresi , kecemasan; daftarnya terus berlanjut.

Supaya terhindar dari pertemanan yang “beracun”, simak ciri-cirinya menurut Susan Heitler, ya, Sahabat Dejabar.

  • Timbul persaingan dengan “teman-teman terbaik” lainnya.

Hm? Sahabatnya yang lain memberinya lebih banyak? Melakukan hal-hal menyenangkan hanya bersama sahabat yang lain? Merasa ditinggalkan?

  • Ada ketidakseimbangan waktu bicara — semua hanya untuk teman.

Ketika kita menelepon dia dan menceritakan betapa menakjubkannya hari yang kita lewati, atau malah hari itu berubah menjadi hari yang buruk bagi kita, tetapi dia malah berkata maaf dan memutus sambungan telepon karena banyak alasan. Ya, dia selalu punya alasan. Faktanya, dia mengabaikan kita dan pergi tanpa mendengarkan kekhawatiran atau kegembiraan kita.

  • Siapa yang lebih sering menghubungi siapa?

Apakah kita lebih sering meneleponnya, atau mengirim chat kepadanya lebih sering daripada dia menghubungi kita? Apakah hanya kita yang merasa lebih tertarik berbicara dan berkumpul bersama ketimbang dia? Hubungan menjadi ‘beracun’ ketika orang lain tidak sama-sama berkontribusi di dalamnya.

Related posts

Leave a Comment