Press ESC to close

Keren! Jembatan Gantung yang Dibangun Tahun 1970 Ini Jadi Incaran Turis Berselfie

  • March 19, 2019

DEJABAR.ID.PANGANDARAN-Jembatan atau sasak gantung di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ternyata mampu menarik wisatawan, baik lokal maupun wisatawan asing, padahal bentuk sasak gantung yang terbuat dari anyaman bambu
dengan penyangga kawat tersebut sangat sederhana dan dapat menciutkan nyali karena tanpa pengaman yang  memadai.
Kendati demikian, jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Batukaras dan Cijulang ini semakin disukai oleh wisatawan asing karena mungkin keunikannya.
Berdasarkan cerita warga masyarakat setempat, bahwa jembatan gantung dibangun pada tahun 1970 yang peruntukannya sebagai akses perekonomian bagi masyarakat pesisir pantai Batukaras ke puseur dayeuh Cijulang.
Menurut Dadang, salah seorang guide mengatakan para wisatawan yang dari arah terminal atau menggunakan kendaraan roda kebanyakan memilih jalur pintas (Alternatif – red) menuju kepantai Batukaras.
“Jalur pintas ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja, jadi kebanyakan yang melintas ke jalur ini hanya wisatawan yang menggunakan sepeda motor saja,” ujarnya kepada Dejabar.id, Selasa (19/03/2019).
Karena sering melintasi sasak gantung tersebut, kata Dadang, banyak wisatawan asing yang hendak bermain ke pantai Batukaras meminta berhenti di sasak gantung hanya untuk sekedar selfi dan poto-poto anyaman bambu dan sungai yang tepat ada di bawah jembatan.
“Saya kerap membawa turis asing berwisata ke pantai indah Batukaras dan Green canyon, namun sebelum mereka pulang ke negaranya tak lupa ingin memanfaatkan moment berphoto di jembatan gantung tersebut sebagai oleh-oleh pulang ke negaranya,”paparnya.
Dadang menyebutkan, dari pengakuan para wisatawan asing, mereka merasa puas setelah melihat dan berphoto di lokasi jembatan gantung ini.
“Selain pemandangannya yang indah, mereka juga bisa melihat anyaman bambu yang dipakai buat jembatan gantung tersebut,”ucap Dadang.
Dadang menambahkan, dirinya sangat menyayangkan apabila suatu saat nanti jembatan gantung tersebut dipugar dan dibuat permanen seperti jembatan-jembatan lainnya.
“Saya berharap jembatan gantung ini tetap dipertahankan keunikannya agar jadi sejarah bukti orang tua dulu  buat anak cucu kita dikemudian hari,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Batukaras Ikin Sodikin mengungkapkan jembatan gantung itu dibangun pada tahun 1970 untuk memenuhi kebutuhan warga setempat beraktivitas, terutama yang hendak pergi ke pasar.
“Awalnya jembatan gantung ini sangat sederhana sekali, namun berjalannya waktu dimodifikasi oleh warga sehingga layak untuk dilalui kendaraan bermotor,” tambahnya.
Saat ini, kata dia, keberadaan jembatan gantung tidak hanya digunakan untuk keperluan warga yang hendak pergi ke pasar saja namun hampir seluruh warga yang melakukan aktivitas di Desa Batukaras dan Desa Cijulang kebanyakan melewati jembatan gantung tersebut.
“Nelayan yang hendak menjual hasil tangkapan ke pasar Cijulang pun lewat jalur jembatan gantung ini, bahkan pagi dan sore hari selain dilalui para turis asing anak sekolah pun menggunakan jalur ini,” pungkasnya.(dry)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *