DEJABAR.ID, CIREBON-Perkembangan kesenian tradisional saat ini cukup mengkhawatirkan. Karena, seni dan budaya tradisional sudah banyak yang terkena imbas dari budaya luar, seperti di acara-acara pernikahan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komunitas Seniman Tradisional (Konsentra) Cucu Sofiah ketika ditemui dejabar.id usai pengukuhan Konsentra di Gedung Kesenian Rara Santang, Kota Cirebon, Selasa (19/3/2019).
“Banyak kesenian tradisional yang terkena imbas dari budaya luar,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Sofiah, beberapa seniman tradisional tentunya akan merasa kesulitan dan tersingkir dengan datangnya budaya luar. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka kesenian tradisional akan punah.
Untuk itu, dengan dibentuknya Konsentra ini, lanjutnya, sedikitnya bisa mempertahankan dan melestarikan kesenian tradisional, khususnya Sunda, di daerah Ciayumajakuning. Melalui Konsentra juga, tambahnya, dilakukan regenerasi kesenian, dengan mengenalkannya kepada generasi baru.
“Sehingga, kesenian tradisional tidak akan punah,” tuturnya.
Sofiah mengakui, tidak mudah mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda, karena mereka sudah sering terbawa arus budaya dari luar. Namun, hal itulah yang menjadi tantangan bagi para seniman tradisional, agar mampu bersaing dan mengambil hati para generasi muda agar bisa melestarikan kesenian tradisional.
Saat ini, lanjutnya, Konsentra sendiri sudah mulai ada kesibukan sendiri seperti di acara-acara pernikahan. Bahkan, mereka membutuhkan kaderisasi karena keteteran.
“Satu orang bahkan bisa sampai dua hingga tiga acara,” tuturnya.
Untuk itu, dirinya berharap kesenian-kesenian tradisional melalui Konsentra ini bisa dikembangkan dan bekerja sama dengan dinas, bahkan di tingkat nasional. Kini pihaknya masih bisa mengupayakan dan memberdayakan.
“Kita akan berusaha untuk terus mempertahankan dan meregenerasikan kesenian tradisional ini,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply