Press ESC to close

Kertajati Diusulkan Ganti Nama Jadi Bandara Habibie, Setuju?

  • September 20, 2019

dejabar.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta pendapat warganya perihal usulan pergantian nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati, menjadi Bandara BJ Habibie, Presiden ke-3 Indonesia.

Emil, melakukan survei lewat akun Instagram-nya, menanyakan untuk mengetahui pendapat masyarakat khususnya warga Jabar tentang pergantian nama Bandara tersebut.

“Apakah netizen setuju khususnya yang warga Jawa Barat setuju jika Bandara Internasional Kertajati didedikasikan menjadi Bandara Internasional BJ Habibie?” tulis Emil dalam postingan Instagram-nya, Kamis (19/9/2019).

Sosok BJ Habibie dianggap memiliki peran penting dalam perkembangan industri dirgantara tanah air. Selain itu, nama BJ Habibie sempat diusulkan lewat media sosial.

“Saya sudah dengar, memang sejalan dengan apa yang saya pikirkan. Hanya butuh proses saja. Saya kira ide baik ini akan follow up,” katanya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/09/2019), dikutip dari detikfinance.

Dia menyebut, nama BJ Habibie layak untuk diabadikan menjadi nama bandara. Apalagi masa muda sosok jenius tersebut tidak bisa dilepaskan dengan Kota Bandung, Jawa Barat.

“Pandangan saya juga beliau bertemu cintanya di Jabar, sebelum ke Jerman sekolah di Jabar. Mendirikan IPTN (sekarang PT DI) di Jabar. Kalau dikasih list memberikan apresiasi menamai sebuah hal ya pasti berhubungan dengan kedirgantaraan,” ucapnya.

Dia mengaku akan membahas wacana ini bersama DPRD. Karena menurutnya untuk menamai sesuatu terutama yang penting butuh kesepahaman dengan semua pihak.

“Memang Kertajati masih nama tempat ya, nanti kita bicarakan dengan DPRD karena butuh kesepahaman. Tapi idenya diapresiasi dan akan kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun memberikan tanggapan terkait usulan penggantian nama Bandara Kertajati.

“Sesuai dengan prosedur, nama diusulkan oleh Pemda dan disetujui oleh DPRD. Sejauh itu disetujui maka kita akan kondisikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/9/2019), dikutip dari Liputan6com.

Budi mengaku usulan ganti nama itu belum dilaporkan Pemprov ke pihaknya. Intinya, dia hanya mengatakan urusan ganti nama pengurusannya bersama DPRD.

“Belum sampai sih di Kemenhub. Ya pokoknya tergantung DPRD mengusulkan,” ucap Budi. (red/detikfinance, liputan6)

https://www.instagram.com/p/B2nuTwbg7zR/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *