DEJABAR.ID, SUBANG – Mahasiswa UKI Atmajaya bekerjasama dengan National University of Singapore (NUS), berhasil menciptakan Biogas dengan manfaatkan kotoran sapi. Energi terbarukan tersebut berhasil diciptakan saat melaksanakan KKN di Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Kepala Desa Ponggang Asep Suryana mengatakan di tengah kelangkaan ketersediaan gas, karya mahasiswa UKI Atma Jaya dan NUS Singapura ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat setempat.
“Masyarakat disini sering mengalami kelangkaan gas, mudah-mudahan inovasi yang ditemukan oleh adik-adik mahasiswa ini, bisa diterapkan oleh masyarakat guna mengantisipasi kelangkaan gas yang sering terjadi,” kata Asep kepada DEJABAR.ID Senin pagi (8/7/2019).
Dengan temuan itu, jelas Asep, selain bisa dimanfaatkan untuk Biogas, kotoran hewan yang tersisa dari gas bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Ke depan, jelas Asep, sinergitas antara UKI Atma Kaya dengan Pemkab Subang dalam kegiatan prodouksi Biogas harus lebih ditingkatkan.
Sementara itu Bupati Subang Ruhimat sangat mengapresiasi hasil inovasi mahasiswa UKI Atma Jaya dan NUS itu.
“Menyulap kotoran hewan menjadi Biogas ini menjadi titik awal untuk dilakukan pembinaan untuk pengembangan para peternak supaya multifungsi. Apalagi, kata Bupati, kebanyakan warga di Desa Ponggang merupakan peternak sapi,” katanya.
Ruhimat berharap, energi terbarukan karya Mahasiswa UKI Atma Jaya dan NUS Singapura ini harus diperluas cakupan dan volumenya.
“Kita akan jajaki kerjasama nantinya dengan UKI Atma Jaya dan NUS untuk pengembangan Biogas tersebut agar bisa diterapkan di seluruh wilayah Subang,” harapnya.
Dosen Fakultas Tehnik Universitas Katolik Atma Jaya, Enny Widawati mengatakan karya mahasiswanya itu merupakan implementasi karya ilmiah di Perguruan Tinggi. Di bagian lain, karya yang dihasilkan mahasiwanya itu sebagai bagian dari bukti mahasiswa sebagai agen peruaban di masyarakat.
Hal tersebut membuat mahasiswa semakin gigih untuk berjuang untuk masa depannya dan semakin tahu menjadi pemimpin seperti apa.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Mudah-mudahan kedepannya kita dari Atma Jaya bisa terus bekerja sama dengan Pemkab Subang guna menciptakan Inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat Subang,” katanya. (Ahy)
Leave a Reply