DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Diduga akibat konsleting listrik satu rumah milik nenek Kusmini (83) di Dusun Cirateun RT 01/03 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ludes terbakar, Rabu (17/07/2019) petang.
Keluarga yang melihat kobaran api melalap rumahnya langsung histeris dan jatuh pingsan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Nenek renta Kusmini mengaku, usai sholat ashar dirinya langsung memasak mie rebus, setelah itu langsung keluar rumah, namun selang beberapa menit terlihat ada kobaran api dari sebelah timur.
“Kompor bekas masak mie sudah saya matikan, kuat dugaan sumber api muncul akibat dari konsleting listrik,” ujarnya kepada dejabar.id sembari menangis, Rabu (17/07/2019) malam.
Karena rumah habis terbakar, Kusmini untuk sementara waktu akan tinggal dirumah kerabat yang tidak jauh lokasi rumahnya yang rata dengan tanah akibat terbakar.
“Barang-barang yang selamat hanya baju yang dipakai, selain rumah, barang-barang berharga serta uang jutaan rupiah ludes terbakar,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Kalipucang Nana Sukarna yang sigap turun ke lokasi mengatakan, pihaknya akan mengurus terkait bantuan awal untuk nenek Kusmini mengingat barang-barang milik korban tidak ada satupun yang terselamatkan.
“Kita dari pemerintah khususnya kecamatan kalipucang akan berusaha untuk memberikan bantuan awal yang dibutuhkan korban,” katanya.
Nana menyebutkan, untuk tempat tinggal sementara korban itu pihaknya menyerahkan kepada nenek maunya tinggal dimana.
“Sementara waktu apakah mau di rumah kerabat atau saudara saya belum tahu karena nenek Kusmini tampak shock atas kejadian tersebut,” pungkasnya.
Dari pantauan dejabar.id di lapangan, dengan alat warga mencoba memadamkan kobaran api, namun karena api terlalu besar dan banyak material yang mudah terbakar. Api sulit dipadamkan hingga menghanguskan seluruh bangunan. Kobaran api mulai padam setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Pangandaran tiba kelokasi kejadian. Adanya peristiwa tersebut sempat membuat arus lalin dari arah Banjar menuju Pangandaran maupun sebaliknya tersendat. (dry)
Leave a Reply