DEJABAR.ID, SUBANG-Hadirnya Pelabuhan Patimban membuat warga lokal berusaha mendirikan sejumlah perusahaan atau koperasi guna mendukung menunjang dan mendukung kemajuan pelabuhan Patimban ke depan.
Seperti halnya Koperasi Jasa Tani Sejahtera yang bergerak di bidang jasa dan pelatihan tenaga kerja serta pengadaan barang.Yang nantinya akan disalurkan untuk bekerja di Pelabuhan Internasional Patimban.
Ketua Koperasi Jasa Tani Sejahtera Patimban Abdul Mufid menuturkan bahwa kedepanya Koperasi akan membantu memfasilitasi dan menyalurkan anggotanya dalam kebutuhan tenaga kerja yang ada pada proyek Pelabuhan Patimban.
Selain itu kata Mufid, karena bergerak dalam sektor jasa, usaha lain dalam pembentuk pengadaan kebutuhan material seperti pasir, batu, tanah merah dan material lainya juga masuk dalam rencana usaha dari Koperasi ini.
“Ini kan kita dari petani pemilik lahan, setelah lahan bebaskan kita bingung nih mau kemana usaha apa, dari pada habis percuma kan yaudah kita bentuk koperasi yang bisa bermanfaat jangka panjang,” jelas Mufid, kepada Dejabar.id, Jumat pagi (25/1/2019)
Ke depanya kata Mufid, selain bergerak dalam bidang usaha jasa, Koperasi ini juga berencana akan mengadakan beragam pelatihan serta intens berkoordinasi dengan pemerintah baik dari Kemenhub hingga pada tingkat desa untuk menunjang kebutuhan Patimban
“Pasti kita koordinasi ya, kita kan tahu kebutuhanya apa dari Kemenhub, pemerintah desa juga. Nanti akan ada pelatihan setelah ini,” jelasnya.
Senada dengan Mufid, Kepala Desa Patimban, Darpani Taufik juga mendukung penuh upaya yang dilakukan Koperasi yang diinisiasi para pemilik lahan ini. Menurutnya Koperasi sendiri merupakan Soko Guru pengembangan ekonomi bangsa ini sebagaimana diungkapkan oleh M. Hatta. “Ini bagus, mudah-mudahan bermanfaat banyak bagi warga disini ya,” ucap Darpani.
Ia juga mengatakan bahwa meskipun tidak dibawah Pemerintah Desa ataupun BUMDes namun dalam praktiknya dilapangan, BUMDes Patimban akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan Koperasi serta lembaga lain yang di Patimban.
“Di sini kan banyak koperasi ya atau lemabag, ada koperasi nelayan misalnya, nah nanti kita koordinasikan bersama dengan BUMDes,” jelas Darpani.
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Paket 1 Pembangunan Pelabuhan Patimban Kemenhub Aditya Karya menyambut keberadaan Koperasi ini. Sebab keberadanya juga merupakan amanat dari AMDAL yan memberikan quota tenaga kerja bagi masyarakat lokal.
“Ini sebetulnya amanat AMDAL ya, karena kan harus sekian persen itu tenaga kerjanya warga lokal,” ucap Adit.
Hanya saja, ada beberapa kendala dalam memenuhi kualifikasi atau skill untuk bekerja di Pelabuhan Patimban seperti kualifikasi pendidikan atau Skill.
“Setelah ada ini nanti bisa lebih mudah, kita butuh apa atau ada pelatihan apa kita informasikan lewat Koperasi nanti koperasi yang menyalurkan tenaga kerjanya atau orang untuk ikut pelatihan dulu misalnya,” terang Adit.
Sebab kata Adit, dalam land acquisition and resettlement action plan (Larap)
pembangunan pelabuhan Patimban juga nantinya ada untuk tenaga bongkar muat dalam Paket 8.
“Jadi segala kebutuhan tenaga kerja bisa satu pintu lah, nah kita ambil nanti dari sini,” ucapnya.(Ahy)
Leave a Reply