DEJABAR.ID, SUBANG-Dunia politik saat ini bukan hal tabu bagi kaum perempuan. Di pileg 2019 untuk Caleg DPRD Subang saja terdapat 120 orang perempuan yang mencalonkan diri menjadi Caleg DPRD Subang.
Guna meningkatkan pemahaman politik para caleg perempuan Subang, Lembaga Komunikasi Politik Perempuan Indonesia (KPPI) memberikan bimbingan dan pelatihan komunikasi Politik kepada Ratusan Caleg Perempuan DPRD Kabupaten Subang.
Bupati Subang Ruhimat yang hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya mengatakan selama ini ada anggapan bahwa dunia politik identik dengan dunia laki-laki.Hal tersebut disebabkan adanya kesan politik itu keras penuh intrik dan semacamnya.
“Padahal secara kuantitas pemilih perempuan dalam pemilihan umum pemberian suaranya paling banyak sehingga tuntutan peran dan partisipasi perempuan tidak hanya untuk memilih perempuan juga mempunyai hak untuk menduduki jabatan,” ujarnya saat memberikan sambutan acara Pelatihan Komunikasi Politik Perempuan Bagi Caleg Perempuan Kabupaten Subang, di Aula Pemkab, Subang, Sabtu (23/03/2019).
Menurut Ruhimat masih belum optimalnya kesetaraan dan keadilan gander ini bisa dilihat pada realitas partisiapasi perempuan dalam jabatan publik.
“Ada masalah strategis untuk dikaji lebih jauh yaitu mengenai perempuan dalam komunikasi politik, komunikasi politik dalam melakukan pendekatan selalu berusaha merumuskan teori atau penelitian yang sesuai fenomena-fenomena yang dihadapinya” katanya.
Ruhimat berharap setelah mengikuti pelatihan ini saya yakin Ibu-ibu akan banyak mengetahui tentang konsep komunikasi Politik yang bertujuan untuk mendapatkan dukungan publik bagi seorang kandidat atau kebijakan politik.
Dalam laporannya Ketua KPPI, Emmaningsih, kegiatan diikuti 120 orang yang terdiri dari para Caleg perempuan yang diusung 16 Parpol, dari 7 dapil di Subang.
“Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah agar dapat memberikan wawasan pengetahuan bagi para Caleg perempuan tentang undang-undang dan peraturan pemilu serta wawasan pengetahuan dalam praktek lapangan pada saat penyelenggaraan pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang sebelum dan sesudah pemilihan dan pemungutan dan penghitungan suara,” ungkapnya.
Kemudian dalam sambutannya Dewan Penasehat KPPI Yoyoh Sopiah Ruhimat menyampaikan apresiasi kehadiran kaum perempuan dalam bidang politik.
“Karena dengan mewakilkan perempuan di parlemen dapat membawa perubahan dan mengindikasi perhatian serius dari pemerintah dalam memposisikan keterlibatan perempuan dalam kancah politik,” katanya.
Keterwakilan perempuan di legislatif kaya Yoyoh sangat diperlukan untuk mendorong kebijakan yang mempunyai nuansa perspektif gender.
“Saya berpesan kepada para caleg agar tetap semangat sehingga dapat memperoleh suara terbanyak, beri pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keterwakilan kaum perempuan dalam bidang politik,” ujarnya lagi.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kab. Subang, Ketua KPU Kab. Subang, Ketua Bawaslu Subang, Dewan Penasehat Subang, Kepala BP4D Subang/yang mewakili, Kepala DP3KB Subang/ yang mewakili, Kepala Kesbang Kab. Subang, Para Ketua Partai politik se-Kab. Subang, Ketua GOW Subang, Pengurus DWP Subang.(Ahy)
Leave a Reply