DEJABAR.ID, CIREBON – Kue tapel merupakan makanan khas asal Cirebon yang bercitarasa unik dan khas. Makanan ini memiliki perpaduan rasa gurih dan manis yang bercampur menjadi satu. Kue tapel berbentuk bulat tak beraturan, kemudian dilipat. Teksturnya agak kasar dan berwarna kecoklatan.
Namun sayangnya, penjual kue ini sudah sangat jarang ditemukan di Cirebon. Meskipun begitu, ada satu penjual kue tapel di Kota Cirebon yang cukup dikenal, yakni kue tapel Bu Lena yang terletak di Jalan Pagongan, Kota Cirebon. Bu Lena sendiri membuka lapaknya yang sederhana di pinggiran jalan.
Menurut Bu Lena, kue tapel terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa. Lalu diberi toping irisan pisang, gula merah, dan ketan. Cara memasaknya pun sederhana, hanya dengan menggunakan tungku gerabah dengan apinya menggunakan kayu bakar.
Sudah puluhan tahun Bu Lena berjualan kue tapel di Pagongan. Bahkan, dia merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha kue tapel ini.
“Sudah puluhan tahun saya berjualan kue tapel, dan tetap menggunakan kayu bakar untuk apinya. Karena selain itu, cita rasa kue tapel akan berbeda,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di lapaknya di Jl. Pagongan, Kota Cirebon, Sabtu (24/11/2018).
Bu Lena menceritakan, kue tapel ini dulunya merupakan makanan yang hanya bisa dinikmati oleh keluarga keraton. Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat umum sudah bisa mencicipinya.
Meskipun begitu, tidak semua orang tahu tentang kue tapel, termasuk orang Cirebon sendiri. Hal tersebut dikarenakan kue tapel masih kalah pamornya dibandingkan makanan khas Cirebon lainnya, seperti tahu gejrot, empal gentong, Docang, nasi lengko, dan lain-lain.
“Meskipun begitu, banyak juga wisatawan yang sering datang ke sini untuk mencobanya. Ada juga turis asing datang mencicipinya, katanya juga enak,” tuturnya.
Bu Lena melanjutkan, kue tapel yang dijualnya hanya ada satu varian rasa, yakni rasa original. Untuk membuat satu kue tapel, dia membutuhkan waktu 5 menit hingga matang. Satu kuenya dijual dengan harga Rp 6000.
Bu Lena sendiri mulai membuka lapak kue tapelnya jam 07.00 WIB. Biasanya, dia langsung membuat kue tapel sekaligus saat pagi. Sehingga, jika ada orang yang membeli, bisa langsung jadi. Dalam sehari, dia bisa menjual 60 kue tapel.
“Pernah ada inovasi rasa pakai keju dan coklat, namun kurang efektif,” ucapnya.
Menurutnya, kue tapel ini paling enak kalau dinikmati bersama teh hangat pahit. Perpaduan rasa keduanya akan menimbulkan sensasi yang unik dan tentunya enak.
“Paling enak dimakan bersama teh hangat pahit,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply