DEJABAR.ID, SUBANG- Organisasi Budaya Paguyuban Pamanah Rasa mengajak semua elemen masyarakat di Jawa Barat untuk mau bersama-sama memuliakan tatar Pasundan dengan kedamaian dengan falsafah silih asuh-silih asih, hal ini dikemukakan pegiat seni budaya Paguyuban Pamanah Rasa Abah Sukib, saat kunjungi Ponpes Darul Falah Desa Cimanggu kabupaten Subang.
Menurutnya, dalam rangka menjaga keutuhan bangsa dan keharmonisan keluarga masyarakat Jawa Barat perlu pemahaman dan kesepakatan berbasis kultur masyarakat Sunda.
“Perlu saling kenal saling asih dan saling asuh, mengenal keluhuran Budaya Sunda agar segala permasalahan yang terjadi di tanah Pasundan atau di Jawa Barat ini bisa diselesaikan secara baik menyeluruh dengan sikap dan karakter orang Sunda, ada istilahnya hade goreng ku basa, artinya komunikasi itu penting untuk memecahkan segala permasalahan,” ungkapnya.
Menurut Sukib, didampingi pegiat budaya Sunda lainnya mengatakan penting untuk memelihara budaya Sunda khususnya kaum muda.
“Kami di Sumedang ini punya dua tempat berkumpul, Paguyuban Pamanah Rasa ini kumpulan para pecinta budaya Sunda Sumedang banyak kaum milenial, kaum tua juga ada berkumpul sering berdiskusi tentang persoalan zaman, solusi dari berbagai masalah yang ada,” imbuhnya.
Abah Kusnadi, 32 pegiat budaya Sunda lainnya bahkan ingin mengajak kalangan pesantren bergabung dengan paguyuban pamanah rasa untuk saling berbagi baik sisi ilmu atau keterampilan.
Menurutnya,Pondok pesantren perlu memiliki sense of belonging terhadap budaya Sunda, dan kalangan budayawan juga memiliki rasa yang sama terhadap kehidupan agama, Insya Allah bisa berpadu saling mengisi kekurangan masing-masing.
Abah Kusnadi mengemukakan jumlah anggota Paguyuban Pamanah Rasa saat ini baru sekitar 50 anggota tersebar di Sumedang, Bandung dan Subang. Kegiatan yang dilakoni saat ini secara rutin sering melakukan kegiatan
“Nyukcruk galur, ngamumule budaya Sunda ngahirupkeun kaluhuran adat sunda kembali yang mulai ditinggalkan dan juga kedepan kami ingin melakukan banyak diskusi dengan berbagai kalangan, pentas budaya Sunda dan kegiatan lainnya,” tuturnya.
Menurutnya di Paguyuban Pamanah tidak mengenal adanya senioritas, yang ada rasa memiliki satu sama lain, dengan penghormatan kepada yang lebih tua.
Selain itu, Paguyuban Paman Rasa rencananya akan melakukan kegiatan sosial pentas budaya Sunda di Ponpes Darul Falah Subang pada 28-29 Desember 2018. Kegiatan ini berisi bakti sosial, unjuk seni Sunda dan diskusi di pondok pesantren tersebut. Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Paguyuban pamanah rasa.(Ahy)
Leave a Reply