DEJABAR.ID, BOGOR-Isu penculikan anak yang akhir akhir ini dinilai masif bergulir di sejumlah daerah tentu saja membuat resah berbagai pihak. Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto pun angkat bicara soal isu yang dianggap membuat suatu keresahan karena itu merupakan berita bohong atau kita kenal hoaks.
Jenderal bintang dua ini pun menyarankan agar masyarakat, untuk mengecek dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu berita isu penculikan tersebut.
“Sekarang banyak orang tua menunggui anaknya di sekolah karena khawatir adanya penculikan, itu membuat keresahan padahal itu berita bohong atau hoaks,” ujar Kapolda ini.
Untuk itu menurut Kapolda, perlu adanya sinergi antar jajaran 3 pilar yakni Pemerintah setempat, Aparat Kepolisian dan TNI.
“Kalau ada informasi seperti itu sebagai umat Islam kita perlu tabayun dulu dicek dulu,” tambah Kapolda.
Sementara itu, menurut Walikota Bogor, Bima Arya, berkaitan informasi penculikan anak yang belakangan ini ramai diperbincangkan hingga menjadi viral di media sosial, menurutnya itu berita hoax (bohong). Dirinya menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuat kekisruhan di tengah masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Menyebarkan berita bohong itu sangat kejam dan keji karena menimbulkan kekhawatiran warga,” tegas Bima.
Tak hanya itu, ia juga meminta semua agar tidak mudah percaya kabar burung atau hoax tentang penculikan anak yang ramai beberapa hari belakangan ini.
“Jangan mudah percaya informasi yang beredar di handphone kita melalui sosial media yang kebenarannya masih diragukan. Pemerintah Kota Bogor bersama pihak berwajib sudah menelusuri dan menyelidiki, Alhamdulillah sejauh ini tidak ada peristiwa penculikan anak di Kota Bogor,” jelas Bima.
Kalaupun ada peristiwa terhadap anak kata Bima, lebih kepada kasus kekerasan kepada anak yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. Untuk itu ia meminta kerjasama dan koordinasinya untuk memerangi hoaks.(AWK)
Leave a Reply