Press ESC to close

Mengenal Beberapa Gangguan Penyakit Autoimun

  • March 4, 2019

DEJABAR.ID – Deva Malaihollo, ibunda penyanyi cantik Mikha Tambayong meninggal dunia karena disebabakan penyakit autoimun yang telah setahun belakangan menjangkitnya.

Penyakit autoimun atau gangguan sistem kekebalan tubuh menyebabkan aktivitas yang tidak normal atau berlebihan pada sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, tubuh menyerang dan merusak jaringannya sendiri.

Gangguan ini dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan virus atau bakteri, sehingga dapat menyebabkan kerentanan tubuh untuk menghadapi infeksi.

Kali ini tim dejabar.id telah menghimpun beberapa penyakit yang termasuk dalam gangguan autoimun, diantaranya:

1. Hashimoto

Penyakit Hashimoto sendiri merupakan gangguan pada kelenjar tiroid yang membuat fungsinya tidak maksimal, atau dalam beberapa kasus menjadi tidak aktif sama sekali. Gangguan pada produksi hormon tiroid ini memicu serangkaian gejala, termasuk kelelahan ekstrem dan gangguan metabolisme. Satu lagi efek penyakit Hashimoto adalah penambahan berat badan. Meski begitu, sebagian besar berat badan yang bertambah hanya air, dan bisa ditangkal dengan diet sehat.

2. Myasthenia gravis (MG)

MG merupakan penyakit autoimun yang cukup langka yang dipicu karena ada kelainan di paut saraf dan otot. Bagian tersebut merupakan tempat di mana saraf mengirim sinyal ke otot untuk bergerak tapi hal ini tak terjadi karena imunitas menyerang reseptor atau penerima sinyal. Akibatnya tubuh pasien MG akan sulit mengendalikan otot-ototnya termasuk juga otot pernapasan yang vital.

3. Vaskulitis

Vaskulitis adalah penyakit yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak pembuluh darah dalam kelompok penyakit autoimun ini. Vaskulitis dapat memengaruhi organ apa pun, sehingga gejalanya sangat bervariasi dan dapat terjadi hampir di semua bagian tubuh.

4. Lupus

Lupus adalah kondisi di mana tubuh mengembangkan antibodi autoimun yang dapat menempel pada jaringan di seluruh tubuh, seperti sendi, paru-paru, sel darah, saraf, dan ginjal. Sel darah putih pada pengidap lupus justru menyerang tubuh sendiri, sehingga kerap disebut penyakit autoimun. Penyakit yang tidak bisa sembuh ini membutuhkan terapi jangka panjang, untuk menekan efek serangan sistem imun.

5. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis atau radang sendi adalah peradangan kronis pada sendi yang bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Jika tidak diobati dengan baik, pengidapnya akan mengalami cacat permanen. Perawatan untuk rheumatoid arthritis dapat mencakup berbagai obat oral atau injeksi yang mengurangi aktivitas dari sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

6. Multiple sclerosis (MS)

MS adalah gangguan progresif yang terkait dengan kerja sistem imun. Sistem yang seharusnya bertugas menjaga tubuh, justru berbalik menyerang organ yang penting untuk kehidupan sehari-hari. Gangguan sistem imun ini merusak lapisan pelindung sistem saraf dan menyebabkan penurunan fungsi sel tersebut di otak dan tulang punggung. Akibatnya, koordinasi antara otak dan bagian tubuh lain terganggu.

7. Sindrom Guillain-Barre

Sindrom Guillain-Barre (GBS) merupakan penyakit langka di mana sistem imun tubuh kita menyerang saraf. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui, namun kerap GBS didahului dengan penyakit pernapasan atau flu perut. Rasa lumpuh dan kesemutan di kaki dan tangan (atau wajah pada beberapa orang) biasanya jadi gejala pertama dari penyakit langka ini. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *