DEJABAR.ID, CIREBON-Di Indonesia sudah banyak ditemukan profesi-profesi yang terbilang unik dan bahkan belum pernah dipikirkan sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa daya kreativitas orang Indonesia sangat beragam dalam mengais rezeki. Salah satunya adalah seperti yang ada di Cirebon, yakni profesi cover card atau memberikan pelindung untuk kartu.
Adalah Achmad Rifai (38), warga Karang Tengah, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, yang tengah menjalani profesi ini, yang baru dilakoninya selama dua bulan.
Dalam usahanya ini, Achmad memasangkan pelindung anti gores bagi kartu-kartu seperti KTP, SIM, BPJS Kesehatan, NPWP, ID Card, dan lain-lain. Jadi, jika ada konsumen yang mengalami keluhan di kartu seperti foto yang lepas, pelindung rusak, kotor, dan banyak goresan, maka Achmad bisa memperbaikinya.
“Saya baru dua bulan menjalani profesi pemasangan pelindung kartu ini,” kata Achmad saat ditemui Dejabar.id di lapak dadakannya di Jalan Fatahilah, Watubelah, Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (3/11/2018).
Sebelumnya, Achmad mengaku sempat berprofesi sebagai loper koran selama 15 tahun. Kemudian, dia beralih profesi sebagai penjual baju bola. Lalu, berganti lagi menjadi jasa cover card hingga sekarang.
Dalam memasangkan pelindung di kartu, pertama-tama Acmad membersihkan terlebih dahulu kartu tersebut dari kotoran yang menempel, dengan menggunakan minyak kayu putih. Dia menggunakan minyak kayu putih dengan alasan agar lebih mudah dibersihkan. Setelah bersih, barulah pelindung dipasang dengan hati-hati, agar tidak miring.
Dalam prosesnya, Achmad sama sekali tidak menggunakan peralatan canggih seperti yang biasa ditemukan dalam laminating. Cara yang dia lakukan cukup simpel, yakni hanya menempelkan cover pelindung anti gores ke kartu. Kemudian, bagian yang melebihi sisi kartu dipotong supaya lebih rapi.
“Cara ini saya dapat dari paman saya yang juga berprofesi sama,” jelasnya.
Dalam menjajakan jasanya, Acmad biasa mangkal di Masjid Agung Sumber sebagai lapaknya. Kalau sore, dia berpindah ke Masjid Nur Aswitiyah yang terletak tidak begitu jauh dari Masjid Agung Sumber. Terkadang, dia juga mangkal di sekitar kantor Disdukcapil Kabupaten Cirebon, supaya orang yang baru saja mendapatkan KTP bisa langsung menggunakan jasanya.
Lapaknya pun cukup sederhana, yakni hanya sebuah tikar yang digelar. Kemudian dia memasang banner yang menjalankan tentang jasanya, supaya orang-orang akan tertarik dan mau menggunakan jasanya. Peralatan yang digunakan pun cukup sederhana.
Dengan menjalani profesi ini, Acmad mengaku mendapatkan pendapatan yang lumayan. Untuk satu kartu, dia mematok harga untuk pemasangan pelindung sebanyak Rp5.000 – Rp10.000, tergantung dari kondisi kartunya. Dalam sehari saja, dia bisa mendapatkan pesanan 50-100 kartu setiap harinya.
“Alhamdulillah lumayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply