Meski Ditetapkan Sebagai Tersangka, FA Bantah Menerima Aliran Dana Bankeu


DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dari bantuan keuangan (bankeu) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 ini, pihak kejaksaan menerjunkan tim ahli teknik pembangunan yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan dan tim ahli tindak pidana korupsi serta tehnik pembangunan, FAG telah menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam pelaksanaan pembangunan TPT Lapang Jati Desa Sukahening, sehingga ada kekuarangan. Dan menurut perhitungan ahli tersebut telah terjadi kerugian sebesar Rp472.427.654.

Kajari Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani SH, mengungkapkan, FA membantah bahwa dirinya menerima aliran dana dari potongan 30 persen bankeu atau sebesar Rp 209.500.000 yang dilakukan UDA.

Sedangkan menurut keterangan UDA, sebagian dana hasil potongan itu mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.

“FAG membantah pengakuan UDA. Kita akan terus mendalami kemana saja aliran dana hasil korupsi oleh kedua tersangka itu,” ujar Sri.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FAG yang sempat mangkir tiga kali panggilan pihak kejaksaan, akhirnya digiring ke Lapas Tasikmalaya, sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya. (Ian)