Dejabar.id, Majalengka – Sungguh miris melihat kondisi Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Cinangka, Desa Cengal Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Bangunan sekolah yang sudah puluhan tahun tersebut, saat ini sangat menghawatirkan. Dari 6 lokal bangunan sekolah, ada 4 ruangan sudah tidak layak dikatakan nyaman untuk mengajar para murid.
Tampak lantai keramik sudah pada hancur, struktur pondasi penyangga dinding bangunan sudah turun dan dingding tembok yang sudah retak retak serta atap sudah pada bocor, jika hujan air masuk ke ruangan kelas.
Kepala sekolah MI PUI Cinangka Komarudin mengaku sudah putus asa untuk mencari bantuan dana, karena selama ini sudah sering mengajukan proposal untuk perbaikan kelas, namun sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti.
Tahun kemarin memang ada bantuan dari Pak Karna Sobahi, saat menjadi Wabup dan matrial dari PD PUI Majalengka, namun kata dia, itu tidak mencukupi untuk merehab ruang kelas yang sudah rusak berat tersebut.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, liat sendiri kondisi sekolah seperti sekarang, anak didik kami jauh dari kata nyaman, jauh dari pendidikan layak yang di canangkan pemerintah” ujar Komarudin, Rabu (2/10/2019).
Menurut Komarudin, selaku kepala sekolah, dia berusaha maksimal mencari peluang-peluang bantuan dana baik dari pemerintah daerah maupun pusat
“Sudah sering saya layangkan proposal pak, namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” ucapnya.
Perlu diketahui, bahwa MI PUI Cinangka, adalah sekolah SD sederajat satu-satunya di Dusun Cinangka, Desa Cengal, lokasinya berada di daerah pelosok desa, jauh dari peradaban kota Majalengka.
Bahkan menuju ke lokasi tersebut harus dengan melalui medan jalan yang sulit dan terjal ke lokasi tersebut.
“Di Dusun Cinangka adanya sekolah MI PUI, meskipun sekolah non pemerintah tapi tetap perlu perhatian, karena pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Komarudin menambahkan, dengan segala keterbatas 7 orang tenaga pengajar 5 Honorer dan 2 PNS. Namun dirinya siap memberikan pendidikan yang terbaik.
“Kami siap memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak didik di Blok Cinangka ini,” tandasnya. (jja) Miris! Begini Potret Sekolah di Pelosok Desa di Majalengka, Bangunannya Nyaris Ambruk
Majalengka – Sungguh miris melihat kondisi Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Cinangka, Desa Cengal Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Bangunan sekolah yang sudah puluhan tahun tersebut, saat ini sangat menghawatirkan. Dari 6 lokal bangunan sekolah, ada 4 ruangan sudah tidak layak dikatakan nyaman untuk mengajar para murid.
Tampak lantai keramik sudah pada hancur, struktur pondasi penyangga dinding bangunan sudah turun dan dingding tembok yang sudah retak retak serta atap sudah pada bocor, jika hujan air masuk ke ruangan kelas.
Kepala sekolah MI PUI Cinangka Komarudin mengaku sudah putus asa untuk mencari bantuan dana, karena selama ini sudah sering mengajukan proposal untuk perbaikan kelas, namun sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti.
Tahun kemarin memang ada bantuan dari Pak Karna Sobahi, saat menjadi Wabup dan matrial dari PD PUI Majalengka, namun kata dia, itu tidak mencukupi untuk merehab ruang kelas yang sudah rusak berat tersebut.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, liat sendiri kondisi sekolah seperti sekarang, anak didik kami jauh dari kata nyaman, jauh dari pendidikan layak yang di canangkan pemerintah” ujar Komarudin, Rabu (2/10/2019).
Menurut Komarudin, selaku kepala sekolah, dia berusaha maksimal mencari peluang-peluang bantuan dana baik dari pemerintah daerah maupun pusat
“Sudah sering saya layangkan proposal pak, namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” ucapnya.
Perlu diketahui, bahwa MI PUI Cinangka, adalah sekolah SD sederajat satu-satunya di Dusun Cinangka, Desa Cengal, lokasinya berada di daerah pelosok desa, jauh dari peradaban kota Majalengka.
Bahkan menuju ke lokasi tersebut harus dengan melalui medan jalan yang sulit dan terjal ke lokasi tersebut.
“Di Dusun Cinangka adanya sekolah MI PUI, meskipun sekolah non pemerintah tapi tetap perlu perhatian, karena pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Komarudin menambahkan, dengan segala keterbatas 7 orang tenaga pengajar 5 Honorer dan 2 PNS. Namun dirinya siap memberikan pendidikan yang terbaik.
“Kami siap memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak didik di Blok Cinangka ini,” tandasnya. (jja)
Leave a Reply