DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Masjid merupakan sarana tempat ibadah bagi umat muslim dimanapun berada, apalagi jika masjid dalam keadaan bersih, terang tidak kumuh maka para jemaah pun akan merasa betah beribadah sholat di masjid tersebut. Namun, tidak dengan Masjid yang satu ini yakni Masjid Al-Jabar yang berlokasi di jalan Raya Pangandaran, tepatnya di Dusun Emplak, RT 02/01, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang selalu sepi dari para jemaah.
Dari pantauan reporter dejabar.id, kondisi Masjid Al-Jabar ini nampak kotor dan juga kumuh hingga jika dilihat nampak dari dekat sangat tak terawat, apalagi jika pada malam hari masjid tampak gelap gulita.
Salah seorang warga setempat, Samsudin mempertanyakan perihal kondisi Masjid Al-Jabar yang terlihat kumuh.
“Itu masjid apa? Kok kondisinya kumuh dan kotor sehingga para jemaah enggan beribadah sholat di masjid Al-Jabar yang dibangun dari dana hibah Pemprov Jabar,” cetusnya saat diwawancara dejabar.id. Senin (01/07/2019).
Samsudin menyayangkan, bahwa keberadaan Masjid Al-Jabar dalam kondisi tanpa terpelihara dengan baik. Semestinya, Masjid bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan baik tidak seperti sekarang.
“Akibat kumuh, berdampak pada sepinya para jemaah yang tidak mau melakukan ibadah sholat atau ibadah lainnya di masjid tersebut karena fasilitas sarananya yang sangat kotor,”ungkapnya.
Dia mengaku, selain bangunan Masjid yang terlihat kumuh, halaman masjid juga dipenuhi rumput ilalang, belum lagi tempat mengambil air wudhu yang kering tidak ada air.
“Begitu juga dengan lampu penerangan masjid tidak menyala, sehingga masjid Al-Jabar yang nampak megah itu kesannya menjadi sangat kumuh dan tak terawat, kenapa tempat ibadah dibiarkan begitu,”sebut Samsudin.
Sementara itu, salah seorang mantan petugas kebersihan di Masjid Al-Jabar, Dedi mengaku, sewaktu dulu masih bekerja menjadi tukang bersih-bersih di masjid itu kondisinya gak seperti itu.
“Waktu saya masih bekerja masjid terbilang terawat, namun setelah saya bekerja selama tiga bulan menjadi petugas kebersihan masjid tidak mendapatkan upah dari pihak Dinas Permukiman Dan Perumahan Rakyat (Kimrum- red) Provinsi Jabar selaku pihak yang terkait,”ungkap Dedi.
Dulu, sambung Dedi, dirinya di janjikan mau di gaji oleh Dinas Kimrum, namun sampai sekarang saya tidak menerima gaji sepeser pun.
“Begitu juga dengan soal lampu penerangan, biasanya pihak Dinas Kimrum yang kesini untuk bayar listriknya tapi sekarang dibiarkan gelap karena listriknya tidak dibayar. Bahkan masjid Al-Jabar ini belum ada serah terima dari pihak terkait kepada masyarakat karena tahap pembangunannya belum beres,”tuturnya.
Menurut dia, jika bangunan Masjid tersebut tidak segera diselesaikan tidak menutup kemungkinan bangunan masjid yang adapun akan ruksak kembali.
“Jika tidak segera dirapihkan maka masjid tersebut bisa rusak kembali akibat tidak terurus,” pungkasnya. (dry)
Leave a Reply