PAKSI Demo Alih Fungsi Trotoar dan Biaya Infrastruktur Jalan Rp39 Miliar


DEJABAR.ID, CIREBON-Sejumlah mahasiswa Cirebon yang tergabung dalam Persatuan Aksi dan Intelegensia Mahasiswa (PAKSI) melakukan aksi demo di depan gedung Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Selasa (16/10/2018). Mereka menuntut kembali difungsikannya trotoar sebagai mana mestinya untuk pejalan kaki, terutama bagi penyandang disabilitas. Dalam aksi ini juga, PAKSI pertanyakan dana Rp 39 miliar yang memang diperuntukkan untuk infrastruktur jalan dan trotoar.
Aksi tersebut dilakukan dengan meneriakkan beberapa keluhan terkait trotoar, sambil membakar beberapa ban bekas. Bahkan mereka memparodikan para penyandang disabilitas yang menggunakan trotoar, dengan tujuan menyindir pemerintah. Beberapa polisi tampak berjaga mengamankan jalannya aksi.
Menurut koordinator aksi, Wisnu Martoyo, aksi ini dilatarbelakangi karena masih banyaknya trotoar di Kota Cirebon yang masih diambil fungsinya, seperti masih banyaknya terdapat tiang-tiang dan pohon. Hal tersebut membuat kenyamanan masyarakat merasa terganggu.
“Apalagi trotoar yang dibangun buat penyandang disabilitas. Pastinya mereka tidak akan nyaman menggunakannya,” jelasnya saat ditemui awak media di sela aksi, Selasa (16/10/2018).
Dalam aksi tersebut, lanjut Wisnu, para mahasiswa juga mempertanyakan aliran dana dari pemerintah berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 39 miliar yang diperuntukkan membangun infrastruktur jalan, termasuk trotoar. Karena pada realitanya, trotoar yang ada di Kota Cirebon tidak sesuai dengan fungsinya. Masih banyaknya papan reklame, tiang dan pohon yang berdiri di tengah trotoar.
“Perlu adanya rancangan pembangunan yang matang agar tidak terlihat sia-sia dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, apalagi dengan dana yang tidak sedikit,” tuturnya.
Dalam aksi tersebut, PAKSI menuntut manfaat dari pembangunan fasilitas umum seperti trotoar ataupun yang lainnya harus diwujudkan, agar masyarakat dapat menikmati sebagaimana mestinya. PAKSI juga mempertanyakan DAK sebesar Rp39 miliar tersebut harus dikawal dan digunakan dengan baik sebagaimana mestinya.
“Terutama di jalan yang ramai dilalui orang seperti Jalan Wahidin, Evakuasi, Majasem, Drajat, dan beberapa titik lainnya,” pungkasnya.
Hingga aksi selesai, tidak ada satupun pejabat dari balai kota yang menemui rombongan aksi. Mahasiswa pun mencoba memasuki halaman balai kota, namun mereka mengurungkannya, hingga akhirnya membubarkan diri.(Jfr)