Pastikan Suplai Oksigen Aman, Kejati Turun Tangan


SERANG, Dejabar.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten ikut membantu memastikan suplai oksigen. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan oksigen rumah sakit di wilayah hukum Kejati Banten pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tercukupi.

Yusuf Putra Muhammad, Koorinator Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten mengungkapkan pihaknya telah melakukan monitoring pada beberapa produsen dan distributor gas di wilayah hukum Provinsi Banten. “Seperti malam mini, kami juga datang ke RSUD Banten untuk memastikan ketersediaan oksigen dan membantu tabung gas karena ketersediaan okisen disini menipis,” ungkap Yusuf di RSUD Banten, Selasa (6/7) malam.

Yusuf menambahkan Kejati Banten membantu mengisi ulang 20 tabung oksigen dengan ukuran 6 meter kubik untuk RSUD Banten menggunakan mobil tahanan Kejati Banten. Kebutuhan umah sakit terhadap oksigen pada masa pandemic Covid19 ini memang meningkat terlebih dalam dua pekan ini, dimana korban Covid19 meningkat. Untuk menghindari kelangkaan dan penimbunan pihak Kejati memonitor dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk penyedia salah satunya anak perusahaan PT. Krakatau Steel dan PT. Samator Gas Industri yang memproduksi sebanyak 2.200 tabung oksigen per hari.

Yusuf Selain memberikan bantuan distribusi tabung oksigen, Kejati Banten juga melakukan pengecekan ketersediaan obat terapi Covid19 terhadap beberapa apotik di Tangerang Raya dan Kota Serang dan Kabupaten Lebak. “Bantuan dan Pengecekan ini dilakukan untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan menekan angka penularan Covid19.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Asep N Mulyana Asep pada sidak pelaksanaan PPKM Darurat bersama Gubernur Banten Wahiding Halim mengatakan seluruh jajaran Adhyaksa Se-Banten secara pro aktif memantau ketersediaan oksigen, obat-obatan dan alat kesehatan lainnya. “Kami juga telah melakukan pemantauan terhadap harga obat yang ada di apotik dan toko obat,” ujar Kajati Banten. Tujuannya untuk menekan jangan sampai terjadi lonjakan harga maupun penimbunan, yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Ini operasi kemanusian, sebagai bentuk tanggungjawab moral kami untuk menjaga kesehatan masyarakat,” pungkas Asep