PDI Perjuangan Jabar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Marhaen


Jajaran Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar saat berdoa bersama di makam Marhaen (foto:ist)

BANDUNG,– Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dan ratusan kader berziarah ke makam Ki Marhaen di RT 04/03, Kampung Cipagalo, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Sabtu (5/6).

Marhaen adalah seorang petani penggarap yang menginspirasi Presiden Pertama RI Soekarno. Marhaen menjadi cikal bakal lahirnya ideologi Marhaenisme yang hingga saat ini masih dianut PDI Perjuangan.

“Marhaen adalah sosok yang tidak lepas dari sejarah perjuangan bung Karno dalam memerdekakan bangsa ini. Marhaen menjadi inspirasi ideologi Marhaenisme, ajaran ajaran Marhaenisme yang memiliki kekhasan yang ada di Indonesia dan tak ada di negara lain,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono saat memimpin doa bersama dan tabur bunga di makam Marhaen.

Ono menambahkan, Marhaen ini menjadi sebuah penyemangat bagi Bung Karno dalam memperjuangkan Indonesia keluar dari penjajahan, hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka 17 Agustus 1945.

“Intinya kami PDI Perjuangan mengenal jas merah, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Selain peringatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni ini, kami juga berharap agar siapapun yang telah berjasa di Bumi Indonesia ini, wabil khusus Bung Karno akah selalu menjadi inspirasi,” tutur anggota Komisi IV DPR RI ini.

Ono juga mendorong agar Pemerintah Kota Bandung memberikan perhatian pada makam Marhaen yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya.

Namun ironisnya, imbuh Ono, status Situs Sejarah ini seolah tak jelas bahkan lingkungan di sekitarnya terkesan tak terurus.

“Saya berharap Pemkot Bandung memberikan perhatian dan melakukan penataan baik situs makamnya, lingkungan di sekitar dan juga kegiatan masyarakatnya. Apalagi makam Ki Marhaen ini terletak di pinggir pemukiman masyarakat sehingga perlu ditata agar lebih rapi mengingat ini adalah salah satu tempat bersejarah,” tandas Ono.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ketut Sustiawan menambahkan Marhaenisme merupakan paham yang menentang penindasan kepada rakyat kecil.

Bahkan, Soekarno mendengungkan nama Marhaen dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat pada Agustus 1930.

“Persinggungan Bung Karno dengan Marhaen telah melahirkan ideologi marhaenisme dimana di dalamnya terkandung alur pemikiran yang konsisten, suatu ideologi yang membela rakyat dari penindasan dan pemerasan, kapitalisme, kolonialisme/ imperialisme serta feodalisme,” ungkap Ketut.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Achmad Nugraha menegaskan Situs Makam Marhaen sudah ditetapkan menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi UU RI No 11/2010 dan Perda Kota Bandung No 19/2009.

Achmad menegaskan sesuai Perda, Situs Makam Marhaen harus ditata juga dengan lingkungan di sekitarnya.

“Saya mendorong agar Pemkot Bandung melaksanakan Perda tersebut, yang dibuat untuk dilaksanakan. Saya datang kesini juga ingin mengawasi karena sejak ditetapkan sebagai cagar budaya 2 tahun lalu, belum terlihat ada tindak lanjut dari Pemkot Bandung,” tegasnya.

Menurut Achmad, dalam kesempatan tersebut hadir juga perwakilan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung untuk melihat secara langsung kondisi di Situs Makam Marhaen dan lingkungan disekitarnya.

Ia berharap agar situs tersebut dijaga dengan baik.

“Saya berharap Pemkot Bandung memberi perhatian terhadap situs sejarah, agar masyarakat kita paham akan sejarah itu. Saya akan meminta kepada Wali Kota Bandung agar membeli tanah di sekitar makam supaya ditata dan tak terlihat kumuh. Kita harus menghargai sejarah. Ingat ini bukan menghargai kuburan,tetapi menghargai nilai-nilai bahwa bangsa ini memiliki founding father yang mendapatkan inspirasi dari rakyat kecil,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar didampingi keluarga dan keturunan Marhaen memanjatkan doa untuk almarhum serta mengajak masyarakat untuk mencontoh spirit dari seorang petani inspiratif itu.

Di makam berukuran sekitar 3 x 4 meter yang tertata rapi ini, kader banteng Jabar terlihat khusuk berdoa dan menaburkan bunga.

Kegiatan ini juga dihadiri Bendahara PDI Perjuangan Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Ketua Komisi I Bedi Budiman, anggota DPRD Jawa Barat dan DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan serta para relawan dan simpatisan. [mae/*]