Press ESC to close

Pedagang Cilok di Majalengka Beli Mobil dengan Uang Koin Rp50.000.000

  • January 25, 2019

DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Pasangan suami istri penjual cilok, Tirta (49) dan Mimin (44) warga RT 02/01, Blok Pamengkang, Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka membeli mobil toyota rush dengan uang koin ribuan dan Rp500 hasil celengan selama kurang lebih tujuh tahun.
Uang koin sebesar Rp50.000.000 dikemas dengan plastik dan dimasukan ke troli dan dibawa ke Dealer Auto 2000, Jatiwangi, pada Jumat (25/1/2019) dengan menyewa kendaraan, sementara uang kertas dikemas dengan kantung kresek hitam.
Mimin yang datang mengenakan baju daster serta Tirta mengenakan kaus nampak semringah ketika datang ke dealer kendaraan tersebut. Mereka turun dari kendaraan diantar oleh adik perempuannya Yati  yang bekerja  di sebuah koperasi di Jatitujuh.
Nya mana mobilna ari duit geus ancrub ari mobil can aya, mani leuleus ( mana mobolinya, uang sudah masuk kok mobil belum ada, lemas jadinya),” ungkap Mimin sambil duduk dan langsung merebahkan badannya ke meja.
Tampaknya Mimin kahwatir uang sudah dibayarkan, sementara mobil tidak diterimanya.
Mobil tersebut inginnya segera dibawa pulang dan dipakai dengan alasan pada awal Februari nanti akan dipergunakan berziarah ke sembilan wali (Wali Songo), sayangnya mobil baru bisa diantar 6 Februari mendatang.
Tirta dan Mimin menuturkan, mereka memperoleh uang sebesar Rp262.000.000 tersebut adalah hasil menabung sejak Tahun 2012 lalu, awalnya menabung untuk berhaji sehingga saat itu mereka mendaftar haji. Hanya berhaji diperkirakan baru bisa berangkat di tahun 2020 atau 2021.
Tabungan tersebut diperolehnya dari hasil bertani seluas 300 bata yang sawahnya diperoleh dari menyewa kepada pemilik sawah, serta dari hasil upah mentraktor sawah (garap sawah) seharga Rp1.000.000 per hektare.
“Saya punya traktor sehingga saat musim menggarap sawah para petani di desa saya banyak yang minta bantuan untuk mentraktornya, upah dan sewa mentraktor semua saya simpan untuk bekal naik haji. Selain itu tabungan diperoleh dari hasil penjualan gabah dari panen di sawah sebanyak 2 hingga 3 ton. Hasil panen sebagian ditabung sisanya untuk makan,” kata Tirta.
Sedangkan, kata dia, untuk biaya hidup sehari-hari dia berjualan cilok yang untungnya sekitar Rp50.000. Dari jualan cilok itupun dia masih bisa menabung dan menyekolahkan anaknya hingga lulus dari sebuah perguruan tinggi di Majalengka, serta anak bungsunya kini masih sekolah di SD Kelas II.
Cara menabung mereka, untuk uang kertas dititipkan di adiknya yang bekerja di koperasi, sedangkan uang koin dia simpan di karung dan blek bekas kue dan kerupuk. Mereka mengaku setiap hari uang koin yang diperolehnya dari berjualan lumayan banyak baik pecahan Rp100, Rp200, Rp500 hingga Rp1.000.
Untuk uang koin Rp1.000 dan Rp500, dikumpulkan, setelah terkumpul Rp10.000 dikemas dalam plastik putih kemudian dimasukan ke kaleng blek atau karung, belakangan kemasan Rp10.000 kembali dikemas menjadi Rp50.000. Sementara untuk uang receh lainnya dibelanjakan atau untuk kembalian bagi pembeli cilok.
Menurutnya uang koin tesrebut sebagian telah ditukarkan oleh adiknya Yati ke sawalayan, SPBU atau ke bank agar tidak terlalu menumpuk. Karena bank sendiri ternyata menurut dia hanya bersedia maksimal menerima penukaran uang sebesar Rp2.000.000.
“Sekarang karena haji masih lama dan mudah mudahan bisa dilunasi, kami sekeluarga memutuskan ingin membeli mobil. Anak saya Eni Fatmawati yang memilih jenis mobil rush,” ujarTirta yang mengaku sudah bisa mengendarai mobil.
Tirta menuturkan, dia bersukur bisa mendapatkan rizki yang berkah. Ia memiliki keyakinan apa yang diperolehnya sekarang karena dirinya rajin bersedekah. Setiap selesai panen sebagian disisihkan untuk berjakat yang hasil pengumpulannya dibagikan setiap tahun sekali kepada warga di sekitar rumahnya.
“Tiap tahun saya membagikan 4 kg beras ditambah uang sebesar Rp5.000 kepada 41 keluarga. Semula untuk uang hanya Rp3.000, namun dengan bertambah tahun uang ditambah, bahkan tahun  sekarang uangnya yang dihajatkan untuk setiap orang sudah Rp23.000,” ungkapnya.(jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *