Pemkot Tangerang Bentuk Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus


TANGERANG, Dejabar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkomitmen memberikan layanan pendidikan bagi setiap anak di Kota Tangerang, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Tujuannya, agar mereka mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang sama dengan anak pada umumnya melalui pembentukan sekolah inklusi.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, sekolah inklusi merupakan salah satu bentuk pemerataan dan bentuk perwujudan pendidikan tanpa diskriminasi, dimana anak berkebutuhan khusus dan anak-anak pada umumnya dapat memperoleh pendidikan yang sama.

“Sekolah inklusi memiliki tugas khusus dalam hal pendidikan anak. Guru juga harus bisa menghargai dan memahami setiap anak,” ujar Arief dalam pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Sekolah Inklusi bagi sekolah dasar negeri dan swasta se-Kota Tangerang yang berlangsung secara daring, Selasa (20/4).

Menurut Arief, faktor lingkungan menjadi salah satu unsur dalam proses tumbuh kembang anak. Itulah pentingnya ada sekolah inklusi, sehingga anak terutama ABK mampu menyerap pendidikan dengan sangat baik. Di kelas inklusi, para siswa bisa terlatih dan terdidik untuk dapat menghargai, menghormati, dan menerima satu sama lain dengan penuh empati.

“Anak – anak bisa sama – sama belajar untuk saling menghargai, serta memiliki hak dan kewajiban yang sama,” terang Arief.

Selain itu, ABK yang mengikuti sekolah inklusi bisa mengembangkan kemampuan diri terlepas dari keterbatasannya dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Makanya, Arief berpesan, agar pada pelaksanaan sekolah inklusi, seluruh unsur pendidikan, baik guru maupun orang tua murid dapat menjaga agar tidak ada anak yang merasa termajinalkan, apalagi hingga terjadi perundungan.

“Karena setiap anak berhak mendapat pendidikan yang sama di Kota Tangerang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menerangkan, proses sosialisasi terkait sekolah inklusi terbagi dalam tiga tahapan. Antara lain sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Sosialisasi dan pelatihan berlangsung pada tanggal 20, 22, 27, 29 April 2021 yang dilakukan secara daring.

Lalu selanjutnya, untuk pendampingan pada bulan Juli dan Agustus. Barulah, rencana pembentukan sekolah inklusi tingkat SD dan SMP akan dilakukan di tiap kecamatan se-Kota Tangerang.

“Tahun ini rencananya dua SD dan SMP di masing-masing kecamatan,” pungkas Jamal.

Sekolah sendiri merupakan tempat di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak reguler lainnya dengan tetap didampingi oleh guru pendamping selama kegiatan belajar mengajar.

Dalam sekolah inklusi, guru memberikan perhatian yang sama bagi murid berkebutuhan khusus dengan murid reguler. Prinsip utama yang dipegang sekolah inklusi yakni setiap anak bernilai sama, diperlakukan dengan respek, dan memberi ruang untuk belajar yang setara. (Red)