Press ESC to close

Pemprov Cegah Penyakit Anthrax pada Hewan Kurban

  • August 1, 2019

DEJABAR.ID, BANDUNG – Pemprov Jabar cegah adanya penyakit anthrax atau sapi gila pada hewan kurban, dengan secara rutin menguji layak tidaknya hewan kurban untuk dikonsumsi. Kepala Bidang Pemeriksaan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar dr Arif Hidayat menjelaskan anthrax merupakan infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteti Bacillus Anthratic yang kerap menyerang hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba.

“Bakteri anthrax ini tidak bisa dibasmi, tapi dicegah. Karena spora yang hidupnya di dalam tanah bisa bertahan sampai 40 tahun,” terang Arif kepada dejabar.id di Gedung Sate, Kamis (1/8/19). Spora yang masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, jelas Arif, akan aktif dan sangat berbahaya.

“Antraks ini paling sering menghantam sel darah merah. Jadi, apabila sel darah merah sudah terjangkit bisa menyebar kemana-mana,” imbuhnya.

Saat ini Pemprov Jabar sudah melakukan upaya untuk menjaga agar hewan kurban tidak terkena bakteri antraks. Di masing-masing titik seperti Pantai Losari, Gunung Sindar dan Banjar, akan ada dokter hewan yang melakukan pengecekan terhadapat hewan-hewan yang masuk ke daerah Jawa Barat.

“Kami juga memberikan edukasi kepada pihak pemotong hewan kurban, apabila ada hewan yang tiba-tiba mati mendadak itu artinya antraks sedang menyerang,” jelasnya.

Hewan yang bila diserang bakteri Antraks akan mengalami pendarahan dari semua lubang pada organ tubuhnya seperti hidung, mata dan telinga. Di Jawa Barat sendiri ada daerah endemis di mana antraks bisa berkembang seperti Bogor dan Depok.

“Tapi yang pasti kita memiliki dokter hewan yang akan mengecek setiap hewan kurban mana yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak,” tutupnya. (Eca)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *