DEJABAR.ID, CIREBON – Saat ini, isu mengenai pengendalian inflasi sudah bergerak dari nasional ke daerah. Beberapa daerah ada yang masih terjaga inflasinya. Namun, ada juga yang masih bergejolak.
Karena itu, di tiap daerah dibentuklah Tim Pengendali Inflasi Daerah, yang bekerja sama antara Bank Indonesia dan satkeholder. Namun, hal tersebut masihlah belum efektif. Karena, dibutuhkanlah media sebagai ujung tombak penyampaian informasi dari para stakeholder, terkait pengendalian inflasi.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, M. Abdul Majid Ikram, tugas pokok utama Bank Indonesia adalah menjaga inflasi dan nilai tukar mata uang rupiah di kancah internasional. Tentunya hal tersebut dibutuhkan peran media sebagai penyebar informasi terkait kebijakan Bank Indonesia, untuk peningkatan dan perbaikan ekonomi.
“Peran media sangat besar terhadap penyampaian informasi terkait pengendalian inflasi maupun perekonomian daerah,” jelasnya saat media gathering di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/7/2019).
Majid melanjutkan, saat ini perkembangan perekonomian semakin menantang. Selain fokus terhadap pengendalian inflasi, Bank Indonesia juga mempunyai kebijakan memastikan sistem keuangan perbankan dan non perbankan berjalan dengan baik, serta ekonomi digital atau pemanfaatan teknologi dalam mempermudah pembayaran.
Untuk itu, jika medianya tidak bisa menyampaikan pesan kepada stakehokder maupun masyarakat,maka kebijakan-kebijakan tersebut tidak akan efektif ditangkap dengan baik oleh stakheholder dan masyarakat.
“Karena itulah, peran media sangat penting dalam perekonomian daerah dan nasional,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply