DEJABAR.ID, BANDUNG – Dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, dua perupa muda Sandi San San dan Edrike Joosencia asal Bandung menggelar pameran lukisan bertema “Amarga” yang bekerja sama dengan Yello Hotel dan Sinopis Creative Space di Paskal Hyper Square, Jalan Pasir Kaliki, Bandung, Jumat (08/19).
Dalam sambutannya, perupa Edrike Joosencia mengungkapkan bahwa, pamerannya tersebut adalah sebuah bentuk dedikasi dan apresiasi terhadap perempuan dan ibu adalah perempuan yang punya peranan penting.

“Ibu Inspirasi semua orang, dan perempuan punya jati diri, kalo laki-leki kerap memakai logika, perempuan diberi kelebihan yakni memiliki intuisi yang kuat,” ungkap Edrike.
Selain itu, karya yang di pamerkan milik Edrike ini sebanyak dua karya dengan menggambarkan sosok perempuan yang memiliki kekuatan dan mencirikan sosok perempuan yang tangguh sekaligus memiliki harga diri.
“Dua karya perempuan hanya dua karya. Mantra bicara dignity, harga diri, memvisualkan tatapan perempuan yang berani, mewakili endurance, empowerment perempuan,” jelasnya.
Sementara menurut Sandi San San, perupa yang menyebut dirinya beraliran surealis-ekspresif yang memandang perempuan sebag sosok yang harus dimemgerti.

“Karena sosok perempuan masa kini adalah perempuan yang lebih menjadi perempuan mandiri,” paparnya.
Dalam lukisannya, perupa berambut gondrong dan berkacamata ini mengaku, dalam proses kreatifnya banyak terinspirasi dari lagu-lagu lawas.
“Gara-gara denger Beatles, Pink Floyd, ya proses kreatif saya ketika berkarya banyak terinspirasi musik lawas,” cetus Sandi.
Media yang digunakan dari kedua perupa ini pun berbeda-beda. Seperti Edrike, ia menggunakan media lukisnya dengan kertas arhces dan charcoal atau arang. Beda halnya dengan Sandi, ia lebih memilih media kertas concord dan menggunakan chorcoal dan cat air. (Red)
Leave a Reply