DEJABAR.ID, BANDUNG – Dalam rangka Hari Peringatan Primata Indonesia 2019, Profauna sebagai lembaga yang fokus kepada perlindungan satwa liar dan hutan melakukan aksi kepedulian melalui kampanye publik “Stop Berburu Primata” di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu(30/1/2019).
Melalui rilisnya, Nadya Andriani, selaku koordinator Profauna Indonesia menjelaskan dengan adanya teatrikal ini dapat memberitahukan dan mengedukasi masyarakat untuk berhenti berburu hewan primata.
Pasalnyalebuh dari 70% primata Indonesia terancam punah akibat perburuan dan kerap kali berlanjut menjadi perdagangan gelap.
“Di Indonesia sendiri banyak kasus seperti ini. Bahkan ironisnya perburuan ini modusnya bergeser karena hobo dan kebanggan semata”, ujarnya.
Berdasarkan Data International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) ada empat jenis primata Indonesia yang masuk dalam 25 primata terancam punah di dunia, meliputi Simakobu(Simias Concolor), Kukang Jawa(Nycticebus Javanicus), Orangutan Kalimantan dan Yaci(Macaca Nigra).
Naasnya primata yang diincar merupakan primata yang berusia muda karena pada dasarnya dianggap lucu dan menggemaskan. Biasanya para pedagang memberikan informasi yang menyesatkan kepada calon pembeli dengan alasan memelihara primata adalah hobi yang unik dan menyenangkan.
“Apalagi masyarakat bisa terkecoh dan tidak sadar karena karakter fisik dan namanya diubah padahal primata yang ditangkap merupakan hasil buruan yang sarat akan kekerasan,” lanjutnya.
Profauna sendiri sudah memberikan beberapa edukasi ke sekolah-sekolah dan beberapa komunitas sejak 28 Januari yang lalu. (eca)
Leave a Reply