dejabar.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dinilai mengeluarkan pernyataan yang membuat masyarakat kesal. Mulai dari Karhutla yang dianggapnya tidak separah yang diberitakan hingga demo mahasiswa yang tidak lagi relevan.
Dejabar merangkum beberapa pernyataan Wiranto baru-baru ini dari berbagai sumber yang sukses bikin gusar warganet, antara lain:
- Menurut Wiranto Karhutla Tidak Separah yang Diberitakan
Dilansir dari Tirto, Wiranto mengatakan kualitas udara di lokasi terdampak “tidak separah yang dibertakan [media massa]” setelah meninjau Riau, salah satu wilayah terparah yang diselimuti asap.
“Saudara sekalian kemarin ketika saya mengunjungi bersama presiden, antara realitas yang dikabarkan dengan realitas yang ada itu sangat berbeda. Dan ternyata kemarin waktu kita di Riau, itu tidak separah yang diberitakan. Jarak pandang masih bisa, pesawat mendarat masih bisa, masyarakat juga belum banyak yang pakai masker dan sebagainya,” kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).
- Wiranto Beranggapan Demo Mahasiswa Tak Lagi Relevan
Diberitakan Kompas.com (24/9/2019), Wiranto menyebut bahwa aksi unjuk rasa yang bertujuan menolak beberapa rancangan undang-undang agar tidak lagi diadakan. Wiranto menyebut bahwa RUU yang dipermasalahkan oleh sebagaian besar pendemo sudah ditunda pengesahannya oleh DPR.
Beberapa RUU tersebut antara lain Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan RUU Pemasyarakatan (PAS). Oleh sebab itu, Wiranto beranggapan bahwa aksi unjuk rasa dirasa tidak ada alasannya lagi.
“Dengan adanya penundaan itu yang didasarkan oleh kebijakan pemerintah untuk lebih mendengarkan suara rakyat maka sebenarnya demonstrasi-demonstrasi yang menjurus kepada penolakan Undang-Undang Pemasyarakatan, RKUHP, Ketenagakerjaan, itu sudah enggak relevan lagi, enggak penting lagi,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Selasa (24/9/2019).
- Wiranto Beranggapan Demo Mahasiswa Ganggu Ketertiban Umum
Wiranto juga mengatakan melakukan demonstrasi akan mengakibatkan terganggunya ketertiban umum.
“Lebih baik diurungkan karena hanya akan menguras energi kita, akan membuat masyarakat tidak tentram, mengganggu ketertiban umum,” ujar Wiranto dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Selasa (24/9/2019).
- Wiranto Sebut Karhutla Bisa Selesai kalau Hujan Turun
Wiranto mengatakan, kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah bisa selesai jika hujan turun. Oleh karena itu, pada daerah-daerah yang tak kunjung turun hujan, pemerintah berupaya membuat hujan buatan.
“Kebakaran hutan dan lahan itu selesai kalau hujan datang,” kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).
“Dan kalau hujan belum datang, maka yang paling efektif adalah bagaimana cara kita untuk membuat hujan buatan,” tuturnya.
- Wiranto Sebut Ada Pihak yang Ingin Indonesia Kacau
Wiranto menyebut bahwa ada pihak-pihak yang menginginkan kondisi di Papua dan Papua Barat tidak kondusif. Namun, ia tidak menyebut pihak mana yang membuat situasi di Indonesia, khususnya Papua, menjadi tidak kondusif.
“Bukan masyarakat Papua, bukan masyarakat Papua Barat, bukan bangsa Indonesia yang mendambakan keadikan dan kemakmuran. Ya orang-orang tertentu, saya tahu, tapi enggak usah saya sebutlah. Memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin kita kacau, yang ingin kita ribut, dia kan mendapatkan keuntungan,” ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019).
Leave a Reply