Pesta Demokrasi Harus Hadirkan Kegembiraan


DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Pemilihan kekuasaan baik Pilpres maupun Pileg, selalu menghadirkan konsekwensi perbedaan pilihan. Artinya, perbedaan pilihan tak bisa dihindarkan dari adanya sebuah kontestasi politik.
Namun hal itu jangan sampai menimbulkan perpecahan satu sama lain dan bahkan menimbulkan disintegrasi bangsa.
Hal tersebut diutarakan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, H. Yayat Hidayat, saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Jelang Pemilu 2019, Selasa (9/4/2019).
Yayat menegaskan, pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan, karena akan memilih putra putra terbaik bangsa. Oleh karena itu, pesta demokrasi jangan dikotori oleh hal-hal yang dapat merusak kegembiraan tersebut.
“Kami sarankan agar seluruh komponen bangsa membangun hubungan persaudaraan atau silaturahmi, silatul fikri dan silatul qolbi,” ungkapnya.
Kegiatan yang digagas oleh Polres Majalengka tersebut, intinya untuk menyamakan frekwensi dan persepsi guna mewujudkan Pemilu damai, sejuk dan aman.
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono menyampaikan, melalui kegiatan diskusi kali ini berharap dapat menyamakan presepsi untuk mendukung suksesnya Pemilu 2019 nanti.
Dalam menjaga kondusifitas keamanan, ketentraman, ketertiban umum menjelang pemilu nanti, maka pihaknya memandang penting untuk menyelenggarakan forum diskusi seperti ini.
“Jangan saling mencurigai satu sama lain, kita semua beraaudara di Majalengka ini. Hindari konflik demi keamanan dan kenyamanan kita bersama,” tambahnya.
Menurut kapolres, sinergi antara semua pihak sangat penting. Hal itu, untuk menyampaikan pesan damai kepada masyarakat untuk menciptakan harmoni kebangsaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.(jja)