Pimpinan Cabang NU Kota Serang; Berislam Jangan Berdasarkan Nasab


Drs. KH. Matin Syarkowi Ketua PC NUKota Serang Pengasuh Ponpes Al - Fathoniyah

SERANG, Dejabar.id – Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang. Mengatur tidak hanya tatakrama dengan manusia tapi juga sopan santun diluar manusia. Karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang tidak boleh. Apalagi sesama muslim. Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Serang, K.H Matin Syarkowi dalam dialog yang digelar di Studio Sultantv, Kamis Malam (24/12).

Pengasuk Pondok Pesantren Al Fathoniyah Serang itu mengungkapkan Islam mengatur berbagai tata cara apapun itu dengan aturan bukan dengan nafsu. “Beragama kitu tidak hanya bisa mengandalkan nafsu tapi harus dengan ilmu,” tukas Kiyai Matin, sapaan akrabnya.

Kiyai Matin menguraikan saat ini seringkali kita terjebak pada sosok seseorang dan seringkali dikaitkan dengan status atau nasab. “Padahal ilmu (dalam islam) itu bukan berdasarkan nasab tapi berdasarkan kasab (usaha) atau tolab (belajar),” tambah Matin. Karena itulah Rosul dalam haditsnya menyebut Ulama itu Pewaris Para Nabi. “Artinya yang berilmu itulah pewaris para nabi bukan karena nasab atau turunan,” tegas Kiyai Matin lagi.

Selain itu, Kyai matin menyinggung tentang cara Islam dalam bernegara dan pemerintahan. Ia menyebut, Indonesia telah memiliki Undang-undang yang dirumuskan bersama yang menjadi tolak ukur dalam berinteraksi dengan masyarakat non muslim. “Bersyukur kita hidup di Indonesia dimana segala aturan dari mulai Presiden, Gubernur sampai dengan yang pemimpin terkecil lurah misalnya atau RT tetap Syaukahnya (Makna Kekuasaannya) berdasarkan Undang-Undang atau Bil Qonun. Bukan tangan besi,” tegas Kiyai Matin lagi. []