Dejabar.id, Pangandaran – Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi di wilayah Pangandaran dan sekitarnya, Kamis (31/10/19) malam.
Namun, hujan perdana yang mengguyur setelah beberapa bulan dilanda kemarau panjang mengakibatkan 4 tiang roboh dan 4 tiang miring di lokasi areal Pesawahan, tepatnya di Dusun Karanganyar, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran hingga berdampak pasokan listrik kepada pelanggan padam.
Supervisor Teknik ULP Pangandaran, Egi Kusmiprayogi mengatakan, bahwa pihaknya sejak mendapatkan adanya proteksi di jaringan PLN ada yang bekerja akibat adanya gangguan, petugas PLN dengan sigap dan responsip langsung melakukan investigasi penyebab proteksi di jaringanya bekerja.
“Meskipun dari segi lokasi dan wilayah yang melewati perkebunan serta pesawahan di beberapa titik jauh dari jalan raya, tetapi petugas PLN tetap mencari penyebabnya walaupun kondisi cuaca di sertai hujan dan angin kencang,”ujarnya kepada dejabar.id melalui pesan singkat WhatsApp. Sabtu (02/11/19).
Dari hasil investigasi tersebut, kata Egi, telah ditemukan sebanyak 4 tiang roboh dan 4 tiang lagi dalam kondisi miring.
“Sejak di temukanya penyebab gangguan, petugas PLN langsung melakukan penormalan listrik secara bertahap untuk mengurangi jumlah pelanggan yang padam,”katanya.
Egi menegaskan, petugas PLN terus berupaya untuk selama perbaikan tidak ada masyarakat yang mengalami padam dengan melakukan manuver jaringan listrik.
“Selain itu juga kita melakukan pemotongan jumper sehinggan jumlah pelanggan padam bisa di minimalisir,”pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Listrik di permukiman warga terdampak bencana hujan lebat yang disertai angin kencang yang terjadi di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga saat ini masih padam, Jumat (01/11/19).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dejabar.id, di areal persawahan tepatnya di Dusun Karanganyar meliputi tiga Rt 3-4-5 Rw 03 Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, terdapat 4 tiang listrik roboh dan 4 tiang listrik miring. (dry)
Leave a Reply