Press ESC to close

Polisi Bongkar Pabrik Sabu Oplosan di Bogor, 1,5 Kilogram Sabu Disita

  • February 14, 2019

DEJABAR.ID, BOGOR-Satuan Narkoba Polres Bogor menggerebek pabrik narkotika jenis sabu-sabu di Kampung Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga pelaku berinisial J, Y dan UA dengan total barangbukti sebanyak 1,55 kilogram narkotika jenis sabu.
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, pengungkapan pabrik sabu rumahan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan  masyarakat dan melakukan penyelidikan selama kurang lebih 1 bulan. Sabu yang dihasilkan dan diedarkan oleh pelaku merupakan sabu murni yang dioplos dengan zat kimia tertentu agar jumlahnya semakin banyak.
Dari lokasi pabrik sabu, polisi memangankan pria berinisial J dengan barangbukti berupa 3 bungkus sabu seberat 276 gram yang baru diproduksi dan 7 paket sabu dengan total berat 9 gram yang sudah siap edar. Selain itu polisi juga mengamankan bahan-bahan kimia dan alat-alat yang digunakan untuk produksi sabu.
“Dari situ kemudian dilakukan pengembangan dan menangkap dua pelaku berinisial Y dan UA di dua lokasi berbeda. Y ditangkap di Grand Depok City dengan barangbukti sabu seberat 1 kilogram, sementara UA ditangkap di Bojonggede Bogor dengan barangbukti 21 paket sabu seberat 246 gram,” terang Dicky di Mapolres Bogor, Kamis (14/2/2019).
“Jadi total barangbukti yang kita amankan sekitar 1,5 kilogram sabu dan tersangka yang kita amankan ada 3 orang,” sambungnya.
Hasil keterangan sementara, pelaku menyebut pabrik sabu tersebut sudah beroperasi selama 4 bulan. Hasilnya, diedarkan di wilayah Bogor dan Jakarta. “Tapi ini masih kita kembangkan. Kita masih akan telusuri jaringanya. Tapi setidaknya dengan pengungkapan ini kita sudah selamatkan sekitar 12 ribu warga Bogor dari perdaran narkoba ini,” tutup Dicky.
Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam menjelaskan narkotika jenis sabu yang dihasilkan dari pabrik rumahan ini merupakan sabu oplosan yang dicampur dengan zat kimia tertentu.
“Perlu kami jelaskan, bahwa sabu yang diedarkan dari pabrik rumahan ini merupakan sabu oplosan. Mereka mencampur sabu asli dengan bahan kimia lain agar secara kuantitas itu bertambah, jadi lebih banyak. Dari 1 kilogram sabu asli, mereka olah menjadi 1,5 kilogram. Tapi tentunya secara kualitas itu menurun,” kata AKP Andri Alam.
Andri menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait jenis bahan kimia yang digunakan para pelaku untuk mengoplos sabu tersebut.
“Ini zat-zat kimia yang dicampur dengan sabu asli ini masih kami cek jenisnya, akan kita bawa ke lab untuk diuji. Bahan dasarnya ini memang sabu asli, tapi kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia lain sehingga secara kuantitas bertambah,” terang Andri.(Sol)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *