Polres Majalengka Bongkar Penjual Satwa Langka Dilindungi


DEJABAR, MAJALENGKA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Polda Jawa Barat, mengamankan dua orang tersangka praktek bisnis perdagangan satwa langka yang dilindungi.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, kedua pelaku diketahui berinisial W (59) warga Kota Bandung, Jabar dan S (41) penduduk Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Menurut Kapolres, para tersangka diamankan petugas di pinggiran jalan. Tepatnya, di Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, pada Kamis (24/9/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

“Barang bukti yang kita amankan dari para tersangka, berupa dua ekor burung Tiong Emas (Gracula Religiosa) dan uang Rp 700 ribu hasil penjualan burung Cucak Ijo” Ungkap Kapolres, dalam keterangan resminya di mapolres setempat, Senin (28/9/2020).

Bismo menjelaskan, bahwa modus yang dilakukan tersangka. Yakni, dengan cara mengangkut satwa-satwa langka dilindungi, jenis burung Tiong Emas atau Gracula Religiosa dan burung Cucak Ijo untuk dijual belikan.

Sedangkan, kata dia, dalam penyimpanannya satwa-satwa langka yang dilindungi tersebut, disatukan dengan jenis burung lainnya yang tidak dilindungi.

“Saat kami mengamankan tersangka, dia (pelaku-red) telah menjual jenis Cucak Ijo dengan harga Rp 700 ribu. Atas kejadian tersebut, Negara pun telah dirugikan,” Jelasnya.

Kapolres menambahkan, para tersangka diancam Pasal 21 ayat (2) Huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI No. 05 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Adapun ancaman pidananya paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta,” Tegas Kapolres Bismo.

Sementara itu, Polisi Hutan (Polhut) BBKSDA Jawa barat, Ade Kurniadi Karim berharap, para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya atas tindakan tersebut.

“Sedangkan, satwa langka ini, untuk sementara dititipkan di BKSDA sebelum dilepasliarkan ke habitat asalnya,” Ujar Slamet.

Selain itu, Ade juga kembali mengimbau kepada warga agar tidak menjual belikan hewan langka yang dilindungi. Begitu juga dengan masyarakat jika ada yang memelihara hewan langka, agar segera menyerahkan kepada petugas.

“Kerjasama dari semua pihak sangat kami harapkan, sehingga tidak ada hewan langka yang dipelihara pribadi. Apalagi, dijual belikan,” Harapnya. (Jfn)