Press ESC to close

Produksi Minim, Garam di Pangandaran Hanya Hasilkan Tiga Kwintal Sekali Panen

  • November 2, 2018
DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Para petani garam di Desa Masawah yang tergabung di Kelompok Sari Garam dan Kelompok Sari Laut di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini menghasilkan kualitas yang bagus. Namun, kedua kelompok petani garam ini hanya mampu menghasilkan produksi garam sebanyak 3 kwintal perdua minggu atau per sekali panen.
Menurut Sekretaris Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan, (DKPKP), Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman bahwa kuantitas hasil produksi garam kelompok petambak garam di Pangandaran setiap panen menghasilkan 3 kwintal. Namun volume tersebut hanya bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal saja.
“Ya memang secara kualitas kandungan garam Pangandaran terbilang bagus dan layak jadi bahan ekspor.
Namun secara kuantitas produksi garam belum memenuhi kebutuhan pasar luar dan hanya bisa memenuhi pasar lokal di Pangandaran saja,” ujarnya kepada Dejabar.id, Jumat (02/11/2018).
Wawan mengatakan, Untuk panen tambak garam yang sudah berlangsung rata-rata perdua pekan satu kali panen.
“Secara rinci, ukuran tunel 3 meter X 7 meter perdua minggu menghasilkan produksi garam sekitar 3 kwintal,” katanya.
“Saat ini harga garam di tempat tambak mencapai Rp.2.500 per kilogram. Jika dikalkulasikan setiap kali panen, kelompok petambak garam rata-rata meraih keuntungan Rp.3.250.000 per satu kali panen,” papar Wawan.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perikanan Tangkap (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan mengungkapkan, saat ini ada dua kelompok petambak garam yang sudak aktif berproduksi di Desa Masawah dan Legokjawa.
“Selain ke dua kelompok petambak garam yang sudah beraktifitas juga ada satu lagi kelompok yang saat ini akan menggagas di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak dengan nama Kelompok Karya Mekar,” terangnya.
Menurut Yadi, Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Analisis dan Kalibrasi Balai Besar Industri Agro Bogor  menunjukan bahwa iodium garam di Pangandaran 36 mg/kg dari ketentuan minimumnya 30mg/kg.
“Selain itu juga kandungan NaCl garam asal Pangandaran sekitar 95,21% dari minimum 94%, sedangkan untuk kadar Timbal (Pb) kurang dari 0,489 yang harusnya tidak lebih dari 10,” beber Yadi.
“Dari hasil laboratorium tersebut menunjukan kualitas garam di Pangandaran layak bersaing secara kualitas dengan prodak garam dari daerah lain,” tutupnya.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *