PT Jaswita Gandeng Investor UEA Kembangkan Wisata di Ciater


Kawasan Ciater Subang (foto:ist)

BANDUNG,- PT Jaswita selaku BUMD Provinsi Jawa Barat yang bergerak disektor aset dan pariwisata bekerjasama dengan investor dari Uni Emirat Arab berencana melakukan pengembangan potensi wisata di kawasan Ciateur Subang.

Rencananya di kawasan tersebut akan dibangun wahana wisata diatas lahan sekitar 440 hektar tanah PTPN.

R. Ridha Wirahman Padmakusumah Pimpinan Divisi Sekretaris Perusahaan & Hukum PT Jaswita mengatakan, saat ini pihaknya telah menjalin komunikasi dengan investor asal Uni Emirat Arab untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah Ciateur Subang.

Dimana mereka tertarik untuk melakukan investasi dengan nilai sekitar Rp 1,3 triliun.

“Kita sudah komunikasi, bahkan sudah melakukan MOU. Tetapi ini memang masih awal. Kita harapkan ini bisa segera direalisasikan,” jelas Ridha, kepada wartawan, Rabu (2/6).

Diungkapkannya, ketertarikan invetor asal Uni Emirat arab tersebut berawal ketika dilakukan event pameran WJIS. Sehingga investor tersebut langsung melakukan penjajakan yang ditindaklanjuti dengan MOU.

“Rencananya nanti akan dibangun wahana wahana wisata disana dengan konsep yang berbeda dan tentunya menarik para wisatawan. Apalagi udara disana sangat bagus, sehingga akan disesuaikan dengan kondisi di sekitarnya. Mudah mudahan ini bisa segera kita tindak lanjut,” katanya.

Lebih lanjut Ridha pun mengatakan, selain mengembangkan potensi wisata di wilayah Ciateur, PT Jaswita pun akan mengembangkan beberapa potensi wisata lainnya.

Seperti halnya di Pangandaran, PT Jaswita akan melakukan renovasi Pondok Seni Pangandaran.

“Untuk menarik para wisatawan, kita pun akan merenovasi Pondok Seni Pangandaran,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, lanjutnya, untuk di sektor pariwisata ini, pihaknya pun berencana untuk meningkatkan potensi pendapatan bisnis dengan berinvestasi di objek wisata yang ada di luar Jawa Barat, salah satunya di objek wisata yang ada di Labuan bajo.

Bahkan rencanannya disana pihaknya akan membeli kapal pinisi.

“Untuk di Laboan bajo kita akan menggandeng mitra kerjasama, dan nanti pun itu akan dikelola oleh anak perusahaan Jaswita. Sedangkan untuk nilai proyeknya itu sekitar Rp 6 miliar, dengan pola investasi 70 persen Jaswita, dan 30 persen untuk mitra,” katanya.

Rencananya, lanjut Rida, pihaknya akan melakukan soft launching di bulan Juli 2021 mendatang. Sehingga akan dilakukan proses renovasi di bulan Desember.

“Kemudian nantinya akan ditindaklanjut dengan Grand Launching di bulan Maret 2021, mudah mudahan itu bisa segera direalisasikan,” katanya.

Disingggung dengan bisnis di sektor perhotelan, Ridha pun mengatakan, saat ini pun pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa operator perhotelan asing untuk pengelolaan beberapa hotel, termasuk untuk pengelolaan hotel Preanger.

Diantaranya operator dari Perancis dan Singapura.

“Tentunya untuk operator hotel itu harus lebih selektif karena harus paham nilai nilai heritage dan pola pengembangan bisnisnya,” tandasnya. [mae/*]