DEJABAR.ID, CIREBON -Nasib Turini Fatmah (44), seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Arab Saudi, sangat dipertanyakan. Pasalnya, sejak tahun 2012 lalu, dia putus komunikasi dengan keluarganya di Indonesia.
Anak Turini, Diah Ardikasari (28) menceritakan, bahwa sang ibu berangkat menjadi TKI ke Arab Saudi sejak tahun 1998. Dia dan sang ibu berkomunikasi melalui surat. Namun, aktivitas tersebut terhenti sejak tahun 2012 lalu.
“Perginya dari 1998 sampai 2012 masih ada kabar lewat surat, setelah itu putus komunikasi,” jelasnya saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/3/2019).
Sejak putus komunikasi tersebut, lanjut Diah, sang ibu tidak kunjung pulang ke tanah air hingga sekarang. Baru pada 8 Maret 2019 kemarin, Diah mendapat sebuah pesan di jejaring sosial Facebook dari seseorang berkebangsaan Filipina yang menginformasikan kondisi Turini. Dalam pesan tersebut, diketahui Turini mendapat perlakuan tidak mengenakan dari majikannya di Arab Saudi.
“Dia ngasih tau kalau ibu disekap sama majikannya dan tiap bulan gak digaji,” bebernya.
Diketahui jika yang memberi pesan tersebut merupakan teman Turini, dan meminta diurus tentang kepulangannya ke Indonesia. Kemudian, Diah dan Turini mulai sering berkomunikasi dan menginformasikan kondisi di Arab Saudi.
“Ibu saya sangat ingin pulang ke Indonesia,” jelasnya.
Diah mengaku, telah berupaya melapor ke BNP2TKI dan pihak terkait lainnya dengan kondisi yang sedang dialami oleh sang ibu. Namun, lantaran data yang dilampirkan dianggap masih minim, hingga kini laporan Diah belum juga ditanggapi.
Bahkan, pihak keluarga juga sempat mengirim pesan kepada Presiden Jokowi, Kementerian Luar Negeri hingga pengacara kondang, Hotman Paris untuk membantu proses pemulangan Turini. Namun, semua upaya itu hingga kini belum membuahkan hasil.
“Upaya sudah banyak, mulai ke orang pintar, ke pengacara, terakhir 2017 ke BNP2TKI namun belum ada tanggapan karena katanya data yang dikasih minim,” lanjutnya.
Sedangkan menurut suami Turini, Samsudin (49), dirinya mengaku sangat merindukan sosok istrinya yang sudah hampir 22 tahun bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. Saat itu, Samsudin terpaksa mengizinkan Turini bekerja sebagai TKI lantaran kondisi ekonomi yang sulit kala itu.
“Saat ini, kami hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk segera memulangkan Turini ke Indonesia,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply