Press ESC to close

Rangkaian Hari Santri, Keraton Kasepuhan Cirebon dan PBNU Gelar Festival Tajug

  • October 21, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2018, Keraton Kesepuhan Cirebon dan PBNU Cirebon menggelar Festival Tajug di Alun-Alun Kesepuhan Kota Cirebon, Sabtu (20/10/2018). Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
Di festival ini terdapat bazar-bazar yang menjual harga dengan berbagai diskon. Selain itu, juga ada lomba-lomba seperti lomba azan. Uniknya, azan yang dilombakan adalah azan pitu atau azan tujuh, yakni azan yang dikumandangkan oleh tujuh orang, seperti yang biasa dilakukan oleh Muazin di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon saat salat Jumat.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah PBNU Cirebon KH Musthofa Aqil Siradj, Festival Tajug ini merupakan suatu bentuk dari wasiat Sunan Gunung Jati, yakni ‘Ingsun titip Tajug lan fakir miskin’, yang artinya ‘Saya titip Tajug (surau) dan fakir miskin’. Sehingga, kegiatan ini menjadi penerus dari perjuangan Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan dakwah Islam.
“Tajug itu artinya musola, surau, langgar, dan lainnya. Sedangkan fakir miskin melambangkan pemberdayaan ekonomi. Sehingga, kegiatan ini mengingatkan kepada kita tentang wasiat Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam, termasuk peranan keraton sebagai pesantren, dan juga pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Hal senada pun dituturkan oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, bahwa melalui Tajug inilah, masyarakat bisa membangun akhlak dan tali silaturahmi demi menyebarnya dakwah Islam. Sehingga, dengan adanya Festival Tajug di Hari Peringatan Santri Nasional ini, masyarakat bisa saling bersilaturahmi dan rajin datang ke Tajug ataupun masjid.
Di Cirebon sendiri, lanjut Sultan, sudah banyak Tajug yang dibangun sejak zaman dulu kala. Tujuannya selain digunakan untuk beribadah, juga sebagai tempat berkumpul para masyarakat untuk mendiskusikan sesuatu permasalahan.
“Dari Tajug inilah, lahir pemikiran-pemikiran dan solusi demi perkembangan dakwah Islam,” jelasnya.
Sedangkan menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dirinya mengucapkan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk menghadiri kegiatan yang luar biasa tersebut. Apalagi, Kota Cirebon dikenal sebagai kotanya para wali yang sarat akan sejarah. Sehingga, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengingat sejarah Seperi ini wajib untuk digelar.
“Kami selaku pemerintah Jawa Barat, memberikan apresiasi dan penghormatan kepada penyelenggaraan Festival Tajug ini,” pungkasnya.(Jfr)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *