Press ESC to close

Reaktivasi Jalur Kereta Api Buat Warga Pengguna Lahan PT KAI Resah

  • January 6, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Warga yang rumahnya menggunakan lahan PT KAI kini dilanda keresahan. Keresahan mereka itu sejak santernya pemberitaan terkait reaktivasi jalur kereta api Banjar menuju Pangandaran. Kendati demikian mereka percaya bahwa pemerintah akan memperlakukan mereka dengan manusiawi.

Salah seorang warga Dusun Bojongsari Rt 2/3 Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Sumarlan (48) mengaku bahwa dirinya sudah tinggal dilahan PT KAI sejak tahun 2006 silam.

“Saya tinggal di sini sudah 12 tahun, karena rumah saya yang di Bulak laut dihantam tsunami, namun waktu itu tidak kebagian bantuan rumah seperti warga lainnya. Saya pun kemudian bikin rumah di lahan PT KAI ke Dalop II Bandung dengan sistem sewa,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Minggu (6/01/2019).

Sumarlan mengungkapkan bahwa keberadaan rumah warga dilahan PT KAI tidak ilegal. Mereka menyewa lahan PT KAI secara resmi dengan membayar sewa setiap tahun, dengan besarannya tergantung dari luas lahan yang digunakan.

“Ini sebagai bukti, kita tidak menyalahgunakan lahan seperti persepsi masyarakat luar. Ini buktinya,”tambah Sumarlan sambil memperlihatkan Surat Perjanjian Sewa yang dikeluarkan PT KAI.

Namun, kata Sumarlan, dirinya percaya, dibawah kepemimpinan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata masyarakat pengguna lahan PT KAI akan mendapat perlakuan manusiawi. Seperti contoh kasus nelayan Pangandaran. Hanya memindahkan perahu dari kawasan wisata saja, diberikan penggantian perumahan.

“Mindahin perahu saja dikasih rumah apalagi ini mindahin rumah. Jadi saya menyadari bahwa lahan yang digunakan bukan miliknya dan pasti tidak akan menentang rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar Pangandaran,”katanya.

Kami ikut mendukung, namun dia berharap ada perlakuan manusiawi pada kami dari pemerintah dan kami percaya Pak Bupati tidak akan menyengsarakan rakyatnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Rudi (43) menambahkan sejak wacana reaktivasi jalur kereta api Banjar Pangandaran dirinya merasa dilanda kegelisahan karena hingga kini belum memiliki lahan sendiri.

“Kami merasa bingung mau pindah kemana. Saya berharap pemerintah dapat mengayomi  masyarakatnya,” singkatnya. (dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *