DEJABAR.ID – Sebelum berlabuh ke klub Persib Bandung, Mario Gomes memilki rekam jejak yang cukup panjang selama ia menjadi pelatih sepak bola di beberapa klub.
Dalam rekam jejaknya itu, pelatih kelahiran Mar del Plata, Argentina, 27 Februari 1957, itu telah ebebrapa kali menjadi pelatih dan sudah sangat berpengalaman dalam melatih klub sepak bola, diantaranya ia pernah berkesempatan melatih di beberapa klub Eropa. Mulai dari RCD Mallorca, Valencia C.F, hingga FC Internazionale Milano.
Kendatipun di klub-klub tersebut dirinya hanya bertindak sebagai asisten pelatih dari pelatih kawakan Hector Cuper. Namun, Gomez sempat dipercaya utuk mengengemban tanggung jawab sebagai pelatih kepala atau kalau di klub Eropa sebagai manajer di Mallorca pada musim 1999/00.
Tetapi jabatan itu tidak berlangsung lama, yakni hanya mengasuh tim dalam lima pertandingan. Hal tersebut dikarenakan, dia tak memenuhi persyaratan yang mengharuskan memiliki pengalaman minimal dua tahun sebagai manajer sebelumnya.
Kemudian, Gomez pun memilih untuk kembali berkarier di kampung halamannya. Diawali dengan mengasuh Gimnasia de La Plata pada 2004, kemudian melatih Gimnasia y Esgrima de Jujuy hingga musim 2007. Selanjutnya, Gomez melatih Belgrano de Cordoba (2007/08).
Usai melatih Belgrano, Gomez memilih untuk kembali ke Eropa dengan melatih klub Yunani, Asteras Tripoli (2009/10). Tapi masih di musim yang sama, dia memilih untuk kembali ke Argentina dengan mengasuh Club Atletico Tucuman, hingga melatih klub yang membesarkan namanya sebagai pemain Ferro Carril pada musim 2011/12.
Setelah itu, petualangannya pun dilanjtukan untuk menangani Gimnasia de Jujuy (2011/12), serta menerima pinangan klub Ekuador, Deportivo Cuenca, yang dibawanya menjuarai Hong Kong Lunar New Year Cup 2014.
Di Asia sendiri, kariernya dimulai dengan megasuh klub Hong Kong, South China, padamusim 2014/15, hingga melatih JDT pada musim yang sama. Bersama JDT selama 1,5 tahun, karier kepelatihannya bersinar dengan karena telah menjuarai Malaysia Super League 2015 dan 2016, Piala FA Malaysia 2016, Charity Shield 2016, serta yang paling prestisius yaitu Piala AFC 2015.
Kemudian pelatih South China tersebut pun sempat disebut-sebut sebagai pelatih baru tim nasional (timnas) Malaysia pada tahun 2017. Tetapi kemudian Gomez dikabarkan urung bergabung bersama timnas Malaysia, karena ada tidak mendapatkan kesepakatan dalam kontrakanya yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM), dan tidak berselang lama kesepakatan itu terwujud dengan manajemen klub Persib Bandung dan resmi menjadi pelatih klub yang dijuluki Maung Bandung itu. (yga)
Leave a Reply