Dejabar.id, Majalengka – Ribuan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di berbagai daerah sekitar Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengalami kerusakan.
“Sesuai survei terakhir di lapangan, memang ada ribuan ruangan sekolah yang rusak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto, Sabtu (4/1/2020).
Ahmad menyebutkan, bahwa saat ini untuk sekolah yang ada di Kabupaten Majalengka sekitar 8.400 ruang belajar, itu 60 persennya mengalami rusak berat.
Jumlah tersebut, kata dia, juga belum seluruhnya disatukan dengan kondisi ruang kelas yang mengalami rusak ringan.
“Ada sekitar 20 persennya mengalami rusak ringan. Oleh karena itu, saya perlu data yang akurat disertai lampiran foto-foto agar meyakinkan bahwa memang benar catatan saya di Majalengka itu ada ruang kelas yang jumlahnya ribuan alami rusak parah,” ungkapnya.
Kadisdik menyampaikan, banyaknya ruang kelas belajar yang rusak tersebut mayoritas sudah termakan usia. Lantaran jelas dia, rata-rata pembangunan ruang kelas tersebut dibangun secara bersamaan melalui program impres.
“Karena ketika pengangkatan guru dan pembangunan ruang kelas itu dilakukan bersamaan dan serentak melalui impres di tahun 1984-1986 silam,” jelasnya.
Selain banyaknya ruang kelas yang rusak, Ahmad juga menegaskan, di Majalengka juga masih banyak kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengajar.
Dicatatan dia, setidaknya di Majalengka masih membutuhkan tenaga pengajar sebanyak 3.300 orang.
“Karena apa, di Majalengka juga banyak guru yang pensiun, apalagi pada tahun 2022 atau 2023 nanti, seluruh guru rontok semua, kurang lebih 2000 guru pensiun,” pungkasnya. (jja)
Leave a Reply