Press ESC to close

Ruang Terbuka Ramah Anak Seharusnya Bisa Dilakukan Walau Lahannya Sempit

  • May 1, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Kota-kota besar yang sudah padat penduduknya, tentunya memiliki permasalahan kelangkaan lahan kosong atau ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk bermain dan ramah anak. Karena, anak-anak tentunya membutuhkan sebuah tempat yang bisa digunakan untuk bermain, baik itu untuk melatih motorik halusnya, sosialisasinya dengan lingkungan, kemampuan atau skillnya, dan lain-lain.
Menurut Yovita Adriani selaku arsitek dari Beddo Design, sebenarnya meskipun tidak ada lahan yang luas, lahan yang kecil pun masih bisa digunakan untuk lahan bermain anak, selama tempat tersebut ramah anak.
“Lahan seluas 3×6 juga sebenarnya bisa, bahkan di Baperkam juga bisa,” jelasnya saat diskusi tentang ruang publik terbuka ramah anak di salah satu kafe di Jalan Kesambi, Kota Cirebon, Selasa (30/4/2019).
Yovita menjelaskan, tempat bermain anak tidak melulu soal lari-lari atau kegiatan yang membutuhkan lahan luas. Kegiatan seperti melipat kertas, membuat kreasi tangan atau handycraft, dan lain-lain, juga bisa dijadikan tempat bermain anak. Dan hal tersebut bisa dilakukan di mana saja, termasuk di teras rumah.
Meskipun begitu, lanjutnya, masing-masing anak tentunya membutuhkan ruang dan lingkungan yang berbeda-beda. Untuk bermain anak-anak yang masih berusia PAUD atau pra sekolah, hal tersebut bisa dilakukan.
Yovita menambahkan, lahan bermain juga tergantung dari padat atau renggangnya jumlah penduduk. Jika di wilayah penduduknya yang jarang, maka lahan bermain yang luas bisa dimungkinkan. Namun, jika di penduduk yang padat, maka lahan-lahan ukuran apapun bisa dimaksimalkan untuk tempat bermain anak.
“Di kawasan pemukiman, seharusnya disediakan lahan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial,” jelasnya.
Hal tersebut, lanjutnya, tentunya tidak bisa dilakukan sendirian. Masyarakat dan pemerintah daerahnya harus bisa bekerja sama dan saling mendukung demi terciptanya ruangan terbuka yang ramah anak.
“Pemerintah daerah mungkin bisa merencanakan semuanya dari pembangunan fisik maupun dananya. Namun, masyarakat dan pemerintah daerah juga harus bisa berkomitmen untuk merawat dan menjaganya. Supaya tempat tersebut bisa terus dijadikan lahan untuk bermain yang ramah anak,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *