DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Untuk melestarikan bahasa dan budaya Sunda di era milenial saat ini, dibutuhkan peran yang lebih dari orangtua dalam memberikan pemahaman kepada anak-anaknya akan pentingnya berbahasa dan berbudaya Sunda.
“Bahasa Sunda harus kita lestarikan, bahasa Indonesia harus dijunjung tinggi, dan bahasa asing harus kita pelajari,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, ketika memberikan apresiasinya terkait ‘Mieling Poe Basa Indung 2019’ yang digelar di Aula kantor setempat, Sabtu (23/2/2019).
Gatot berharap, lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik. Namun, juga kecerdasan sosial.
Menurut Gatot, salah satu tujuan dari kegiatan Hari Bahasa Ibu Internasional tersebut, adalah untuk mempertahankan eksistensi bahasa daerah di setiap dunia agar tidak hilang dan punah terutama kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka, Asikin Hidayat menyampaikan, Hari Bahasa Ibu Internasional adalah peringatan tahunan yang diselenggarakan di seluruh dunia pada 21 Februari sejak tahun 2000 untuk mempromosikan perdamaian, kesadaran linguistik, keanekaragaman budaya dan multibahasa.
Hari Bahasa Ibu Internasional, kata dia, pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada 17 November 1999, yang kemudian secara resmi diakui dalam Sidang Umum PBB dan dimuat dalam resolusi pada tahun 2008.
“Dalam Mieling Poe Basa Indung 2019, kami isi dengan pembacaan karya sastra Sunda seperti Maca Sajak dan Maca Carpon serta diskusi yang mengusung pelestarian bahasa Ibu,” jelasnya.(jja)
Leave a Reply