Selamat dan Sukses Dies Natalis ke-67, Kajati Jabar Sampaikan Orasi Ilmiah 5 Skill Peningkatan SDM


Dejabar.id Mewakili Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Asep Nana Mulyana, menghadiri Sidang Senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-67 Universitas Pendidikan Indonesia, di Jalan Setia Budi Bandung, Kamis (21/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut Kejati Jabar menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Menuju Revolusi Industri 4.0.” Dalam orasi ilmiahnya, Asep memaparkan, setidaknya ada lima poin penting yang harus dilakukan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pertama, harus menguasai Complex Problem Solving, yakni kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.” Papar Asep. Selain itu, faktor yang harus dimiliki adalah Social Skill yaitu kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence.

Faktor lainnya adalah Processor Skill artinya kemampuan active listening, logical thinking dan monitoring self and the others. Keempat System Skill adalah kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan.

“Dan yang terakhir adalah Cognitive Abilities ialah skill yang terdiri dari antara lain Cognitive Flexibility, creativity, logical reasoning, problem sensitivity, mathematical reasoning dan visualization.” Jelas Asep.

Asep menambahkan, semakin baik seseorang bekerja sama dengan berbagai pihak dari beragam disiplin ilmu akan lebih memudahkan melaksanakan profesinya masing-masing.UPI Bandung menjadi sentral bagi penyiapan SDM Indonesia masa depan.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Rektor UPI Prof. Dr M Solehuddin Mpd mengingatkan tantangan untuk menghadirkan sistem pembelajaran digital untuk masa depan pendidikan adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama.

“UPI harus mempersiapkan infrastruktur digital sehingga adaptif dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman.” Tegas Solehuddin.

Untuk diketahui, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), didirikan dengan latar belakang sejarah pertumbuhan bangsa, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. []