dejabar.id, Majalengka – Setelah sebagian besar api sudah padam pada Selasa (8/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB, kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTGC) Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, kembali muncul titik api.
“Sekira pukul 17.54 WIB, muncul titik api baru yang berada di daerah sekitar Lembah Ciwaringin, dengan medan yang curam berada pada ketinggian 1.200 mdpl,” kata Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana.
Menurut Agus, personel gabungan, yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, TNGC, masyarakat dan relawan sudah bergerak menuju titik api melewati Liangangin, untuk melakukan pemadaman manual dan membuat sekat bakar untuk mencegat api supaya tidak menyebar.
“Namun petugas tamaknya terkendala medan yang curam dan angin yang masih cukup besar serta berubah-ubah arahnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, kebakaran pertama kali terjadi pada Jumat (4/10/2019) sekira pukul 12.00 WIB. Hingga Selasa (8/10/2019) api yang membakar lereng kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat itu, semakin meluas.
“Semak-semak, ilalang dan daun kering serta bara api dari pohon yang bekas terbakar memicu timbulnya titik api lagi,” ujarnya.
Akibat dari kebakaran tersebut, lahan seluas 226 hektare hangus terbakar, yang teridiri dari, 180 hektar lahan milik BTNGC dan 46 hektar milik masyarakat sekitar.
Sedangkan, kata dia, jenis vegetasi yang terdampak diantaranya, berupa pohon pinus, pohon puspa, pohon huru, pohon kaliandra dan sebagian pohon eucalyptus serta semak-semak belukar kering dan ilalang.
“Hingga saat ini, petugas juga terus melakukan pemantauan atau dalam kondisi siaga, karena masih ada asap dan bara api. Yakni, di wilayah Blok Liangangin, Blok Leuweung Gede, Blok Batu Karang dan Blok Sitiwu,” tandasnya. (jja)
Leave a Reply