Sepanjang 2020, Polda Jabar Ungkap 17.674 Perkara Pidana


Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dhofiri (foto:ist)

BANDUNG,- Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap 17.674 perkara pidana pada 2020. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 8,42 persen dibandingkan 2019.

Kepala Polda Jabar Irjen Ahmad Dofiri tak menyangkal jika pandemi Covid-19 berdampak terhadap menurunnya angka tindak pidana.Pasalnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah cukup membatasi aktivitas masyarakat.

“PSBB yang diberlakukan oleh pemerintah adalah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, sehingga banyak masyarakat yang berada di rumah,” ujar Dofiri, dalam Rilis Akhir Tahun 2020 di Markas Polda Jabar, Selasa (29/12).

Meski begitu, lanjut Dofiri, penyelesaian perkara tindak pidana yang dilakukan oleh Polda Jabar mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019.

“Penyelesaian perkara tindak pidana turun 10,37 persen. Pada 2020 kita menyelesaikan perkara sebanyak 13.900, kalau di 2019 sebanyak 15.509 perkara,” ungkapnya.

Dofiri menuturkan, jumlah perkara kejahatan konvensional selama 2020 sebanyak 14.369, turun 10,24 persen dibanding 2019. Kemudian, terdapat 52 perkara kejahatan transnasional pada tahun ini atau turun 16,12 persen dari 2019.

Sedangkan kejahatan narkoba sebanyak 2.299, naik dibandingkan 4,13 persen dibandingkan tahun lalu.

“Jumlah tersangka tahun 2020 sebanyak 2.812 orang. Sementara, pada 2019 sebanyak 2.774 orang atau naik 1,36 persen,” sebut mantan Kapolda Banten ini. [mae]