Sibuk Kampanye di Masa Pemilu, Kinerja DPRD Majalengka Anjlok


0

DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, diminta kembali ke meja kerja setelah berakhirnya Pemilihan Umum 2019.
Pasalnya, tahun ini menjadi masa paling tidak produktif terkait fungsi mereka sebagai legislator. Sejak bergulirnya tahapan Pemilu, mereka lebih fokus untuk merealisasikan niatan pribadinya agar terpilih lagi jadi anggota dewan.
Hal tersebut praktis membuat kinerja mereka anjlok. Selama tahapan pemilu, belum ada satu pun rancangan peraturan daerah yang dibahas. Padahal, mereka menyepakati beberapa Raperda untuk dibahas tahun ini dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda).
Itu Prolegda memang sudah disahkan tahun lalu untuk dibahas tahun ini. Tapi memang belum ada yang dibahas. Artinya, kata dia, berapa jumlah Raperda yang sudah dan raperda yang belum dibahas masyarakat tidak tahu.
“Saya sekarang bertanya ke wartawan, tahu tidak berapa jumlah raperda di tahun 2019 ini berapa,” kata pemerhati politik, Haris Azis Susilo, Kamis (25/4/2019).
Haris menilai, salah satu penyebab belum adanya Raperda yang dibahas karena banyak anggota yang fokus berkampanye.
“Anggota dewan masih banyak yang masih sibuk nyaleg,” kata dia.
Selain anjloknya produktivitas dewan membuat peraturan daerah, Haris menambahkan, fungsi lainnya dari anggota dewan pun cenderung menurun. Banyak anggota dewan yang lebih fokus ke Pileg memengaruhi anggota lainnya.
“Ya tidak ada yang dikerjakan karena anggota dewan juga fokus ke Pileg sama Pilpres,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, setelah tahapan Pemilu, aktivitas di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka relatif sepi. Rapat komisi hingga audiensi bersama warga tidak lagi sesering biasanya.
Padahal, biasanya, setiap keluhan dari warga, dewan proaktif dengan membuka audiensi ataupun mediasi. Namun, hal itu mulai jarang terjadi.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka, Suparman yang membidangi keparawisataan, menyoroti beberapa permasalahan parawisata di Majalengka yang mendesak segera diperbaiki.
Hingga saat ini, Majalengka belum memiliki Rencana Induk Pembangunan Parawisata (Riparkab) dan Perda Parawisata. Padahal dua aturan ini merupakan landasan hukum dalam menjalankan kebijakan daerah.
“Kami sendiri dari dewan mendorong agar kedua aturan ini segera disodorkan pihak eksekutif untuk segera dilegalkan,” ujar politisi Golkar ini,” paparnya.
Disamping itu, lanjut dia, dalam mengatasi persoalan parawisata harus ada langkah jitu yang dilakukan. Di antaranya memperbaiki akses, infrastruktur dan fasilitasnya. Sebab, tidak ada sektor pariwisata yang sukses tanpa ditunjang infrastruktur yang memadai.
“Perlu diingat, infrastruktur yang baik akan membuat betah para wisatawan. Apalagi kalau memiliki akses jalan mulus, mudah dijangkau, serta menyediakan beragam fasilitas yang memanjakan para pengunjung. Semua itu tidak akan membuat bosan pengunjung datang kembali,” jelasnya.
Seperti diketahui, Jumlah wisatawan di Kabupaten Majalengka pada tahun 2018 hingga awal 2019 sudah dipastikan menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017.
Faktor penyebab menurunnya jumlah wisatawan bisa dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat yang menurun, tahun politik dan berkurangnya sejumlah event-event keparawisataan.
Sementara itu, kepala dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Majalengka,  Gatot Sulaeman mengatakan, Pemkab Majalengka belum memiliki Riparkab dan Perda Parawisata karena berbagai hal. Namun di tahun 2019 pada triwulan III dan IV hal itu akan segera diajukan ke legislatif.
“Kalau naskah akademiknya sudah selesai. Cuman kan perlu penyesuaian serta kajian dari Bagian Hukum Setda Majalengka dan kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Majalengka. Tapi tahun depan sudah kita agendakan akan segera dimasukan di program legislasi daerah,” imbuhnya.
Sedangkan, lannjut dia, anggaran APBD pada tahun 2019, Dinas Parbud Majalengka, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun ini.
Indikasi penurunan itu misalnya terlihat di Bidang Pengelola Industri Parawisata bagian promosi. Pada tahun 2018 sebesar Rp1.079.200.000, di tahun 2019 menurun hanya Rp661 juta.(jja)


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format