Press ESC to close

Situs Keramat Sindang Pancuran Cirebon Butuh Perhatian Pemerintah

  • April 27, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Situs keramat Sindang Pancuran yang berada di Desa Sidang Laut Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu tempat bersejarah. Di situ, terdapat berbagai macam petilasan dan sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat, yang merupakan peninggalan Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Sapu Jagat atau Pangeran Cakrabuana.
Meskipun dijadikan sebagai tempat bersejarah, namun tampaknya situs ini membutuhkan perhatian pemerintah. Pasalnya, fasilitas penunjang kurang memadai serta kurangnya promosi pariwisata. Apalagi, sampah-sampah yang ditemukan di sumber mata air yang membuat hilangnya keindahan situs keramat.
Menurut kuncen situs keramat Sindang Pancuran, Maksudi (62), situs ini biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Jika masyarakat dari luar daerah, biasanya mereka datang untuk mengharapkan kesembuhan dan penyakit tertentu, penjagaan, serta muhabbah atau pengasihan. Namun, fasilitas penunjang bagi pengunjung masih belum maksimal.
Maksudi mengakui, sebenarnya dana untuk pelestarian situs-situs sejarah di Kabupaten Cirebon sudah dilimpahkan semua ke Dana Desa, di mana dana tersebut akan diberikan ke desa-desa yang ada situs sejarahnya.
“Jadi Dinas Kebudayaan tidak mengcover semua situs sejarah sendirian. Karena ada dana yang dilimpahkan ke kepala desa melalui Dana Desa untuk pelestarian situs sejarah,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di situs keramat Sindang Pancuran, Desa Sidang Laut Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/4/2019).
Nantinya, lanjutnya, para kuncen atau penjaga situs sejarah tersebut, harus meminta sendiri dana tersebut ke kepala desa atau Kuwu, untuk dianggarkan selama 12 bulan. Namun, Maksudi enggan untuk melakukan hal tersebut. Karena menurutnya, hal tersebut sama saja dengan mengemis.
“Sama saja dengan mengemis. Jadi saya maunya kesadaran sendiri dari pihak desa untuk memberikan dana tersebut,” jelas Maksudi yang merupakan kuncen ke-13 situs keramat Sindang Pancuran.
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya masih bisa mendapatkan penghasilan dari para pengunjung yang datang ke situ keramat Sindang Pancuran. Dia juga kerap diberi dari imam mushola di situs keramat yang juga mendapatkan dana dari desa, meskipun nilainya tidak seberapa.
“Alhamdulillah masih ada saja yang memberi rezeki,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *