Soal Indikasi Penyusupan Paham Komunis di TNI, TB Hasanuddin Imbau Seluruh Pihak Tidak Asal Bicara


Dejabar.id – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin angkat bicara terkait pernyataan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo soal penyusupan paham komunis di TNI.

Menurutnya, peluang penyusupan paham komunis di Indonesia memang selalu ada. Namun ia mengimbau agar sejumlah pihak tidak asal bicara tanpa ada bukti yang kuat.

“Peluang penyusupan paham komunis memang selalu ada bahkan juga ke dalam tubuh TNI. Sesuai perundang-perundangan dan termaktub dalam KUHAP bila memang ada indikasi penyusupan atau bahkan penyebaran paham komunis terlebih di tubuh TNI silakan dilaporkan agar dapat diproses hukum,” kata politisi PDI Perjuangan ini dalam

Hasanuddin mengimbau agar masing-masing individu berbicara sesuai kapasitas dan porsinya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, hilangnya patung Soeharto dan 7 Pahlawan Revolusi dalam diorama sejarah penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti tidak dapat dijadikan bukti yang kuat adanya penyusupan paham komunis di tubuh instansi militer.

“Hilangnya patung Soeharto dan 7 Pahlawan Revolusi dalam diorama sejarah di Markas Kostrad itu tak bisa dijadikan indikasi atau bukti kuat adanya penyusupan paham komunis di tubuh TNI. Jadi baiknya sebutkan saja orangnya siapa yang penyebar paham komunis di TNI tentu dengan bukti yang kuat. Proses secara hukum,” tandasnya.

Sebelumnya mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengungkap adanya indikasi penyusupan paham komunis ke dalam tubuh TNI.

Dalam sebuah acara diskusi webinar bertajuk “TNI Vs PKI”, Minggu (26/9), Gatot menguraikan bukti-bukti yang mengindikasikan TNI sudah menganut paham-paham kiri.

Hal itu dibuktikan dengan diputarkannya video pendek yang menggambarkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di kawasan Gambir Jakarta Pusat. (*)