
DEJABAR ID,Subang – Kunjungan Lapangan Kogabwilhan III Letjen I Nyoman Cantiasa bersama Ketua Umum Sutta Nusantara Dadung Harisetio ke sentra Tani Sereh Wangi desa Pancar, Subang, Jawa Barat, Selasa (8/3/2022).
Dalam kunjungan ini H. Asep Kurnia Muhtar, selalu ketua Asosiasi Penyuling Minyak Atsiri (APPMA) Jawa Barat melakukan pemaparan mudahnya menanam sereh wangi yang menghasilkan minyak Atsiri dengan hasil yang cukup lumayan dimasa sulit ini.”Sudah ada 27 negara yang mengambil bahan disini dan ini tentunya menambah devisa untuk negara serta kesejahteraan masyarakat desa ini,”ucap H.Asep Kurnia Muhtar.
Melihat potensi tersebut Pangkogabwilhan III Letjen I Nyoman Cantiasa bersama rombongan diantaranya Kaskogabwilhan III Laksamana Muda TNI Mamam Firmansyah, Insoektorat Brigjen TNI Dadang Rukhiyana,S,E..M.Si. serta berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Di Provinsi Papua Barat, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim
Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
Sehubungan dasar di atas, dalam rangka pendekatan sosial ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tugas Kogabwilhan III, “Kunjungan lapangan ke lokasi sentra usaha kebun sereh wangi dan produksi minyak asiri yang bapak Asep kelola sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan studi usaha tersebut yang nantinya dikembangkan bagi masyarakat Indonesia Timur,”ucap Letjen I Nyoman Cantiasa yang ingin para pemuda Papua di bimbing hingga bisa mandiri nantinya jadi pengusaha pertanian.
Sementara Dadung Hari Setyo Ketus Umum Komunitas Usaha Pertanian SUTA Nusantara ikut mendukung dan
Mendorong agar terealisasi usaha sereh wangi .”Nantinya usaha sereh wangi ini bisa ditularkan ke Papua, Maluku sehingga dapat mempercepat kesejahteraan warga disana,” jelas Dadung Harisetio yang biasa dipanggil Masda ini.
Dalam paparan lainnya H.Asep Kurnia yang telah berkiprah selama 20 tahun ini ingin Indonesia sejahtera.”Cukup mudah menanam serta menyuling daun sereh wangi jadi minyak Atsiri,tak hanya itu produk minyak Atsiri bisa dibuat dari buah pala,cengkeh,jahe dan nilam Indonesia jadi incaran luar negeri karena terbaik,”jelas Asep.
Dengan lahan 1 hektar bisa mendapatkan 30 ton daun sereh yang nantinya disuling bisa mendapatkan 240 liter dengan harga jual perliternya Rp 200ribu.”Dengan potensi ekonomi yang tinggi tentunya minyak Atsiri bisa menjadi model percepatan kesehateraan masyarakat Indonesia,”tutupnya.
Leave a Reply